Kredit Foto: ThorCon Power
Pemerintah Indonesia menyetujui kemitraan strategis dengan Amerika Serikat dan Jepang, untuk mengembangkan reaktor modular kecil alias small modular reactor (SMR) di Kalimantan Barat.
Kerja sama ini menjadi bagian dari komitmen dalam perjanjian dagang timbal balik (reciprocal trade) antara RI dan AS, sekaligus menjawab spekulasi panjang mengenai siapa yang akan menjadi mitra pengembang pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) pertama di Tanah Air.
Dalam dokumen Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PT PLN (Persero), proyek nuklir telah masuk dalam perencanaan dengan kapasitas 2 x 250 megawatt (MW), yang akan dibangun di Kalimantan Barat dan Bangka Belitung.
Baca Juga: Ngeri! Emisi Pembangkit di Luar PLN Tembus 131 Juta Ton
Untuk lokasi Kalimantan Barat, pemerintah memastikan pengembangnya adalah perusahaan teknologi nuklir asal Amerika Serikat, NuScale Power.
NuScale dikenal sebagai salah satu pionir teknologi SMR.
Perusahaan yang berbasis di Tigard, Oregon, ini didirikan pada 2007 dan telah mengantongi sertifikasi desain dari US Nuclear Regulatory Commission (US NRC).
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Yaspen Martinus