Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Harga 3 Jutaan, Tapi Chipset Jadul? Simak Fakta Samsung Galaxy A26 5G

Harga 3 Jutaan, Tapi Chipset Jadul? Simak Fakta Samsung Galaxy A26 5G Kredit Foto: News.samsung.com
Warta Ekonomi, Jakarta -

Samsung Galaxy A26 5G adalah salah satu ponsel kelas menengah milik Samsung yang telah beredar di pasaran. Ponsel ini diketahui dijual dengan harga mulai dari Rp3 jutaan untuk pasar Indonesia.

Sebagai ponsel kelas menengah, Galaxy A26 dibekali dengan chipset Exynos 1380 sebagai motor penggeraknya. Chipset ini bertugas mengatur segala aktivitas pemrosesan data dan performa pada perangkat tersebut.

Meski demikian, chipset yang diusung ini terbilang tertinggal oleh kompetitor di kelas yang sama. Penggunaan Exynos 1380 menjadi perhatian karena merupakan komponen generasi lama dari model pendahulunya.

Bahkan beberapa perangkat pesaing di rentang harga Rp4 jutaan telah menawarkan prosesor yang lebih baru. Hal ini membuat performa Galaxy A26 5G dinilai mulai tertinggal untuk kebutuhan penggunaan yang sangat berat.

Kapasitas RAM bawaan yang tersedia juga menjadi catatan bagi pengguna yang sering melakukan multitasking secara intensif. Keterbatasan manajemen RAM pada beban kerja tinggi berisiko memicu kendala performa dalam jangka panjang.

Sektor pengisian daya pada perangkat ini juga belum mengalami peningkatan signifikan dibanding tren ponsel modern. Pengguna memerlukan waktu pengisian yang cenderung lebih lama untuk mengisi baterai hingga penuh.

Baca Juga: Tinggalkan ISOCELL, Samsung Galaxy S26 Ultra Gunakan Sensor Sony untuk Kamera Selfie

Desain bodi yang masih menggunakan material plastik di bagian belakang mungkin terasa kurang premium bagi sebagian pengguna. Material ini dipilih sebagai kompromi estetika demi mempertahankan fitur ketahanan air dan debu IP67.

Kehadiran update software yang panjang selama 6 tahun memang menjadi keunggulan utama dalam sisi dukungan sistem. Namun, perangkat keras yang digunakan dikhawatirkan kesulitan mengimbangi kebutuhan sistem operasi yang semakin berat di masa depan.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Christian Andy
Editor: Amry Nur Hidayat

Bagikan Artikel: