Airlangga Ungkap Peluang Strategis Mineral Kritis dalam Kesepakatan Dagang Indonesia-AS
Kredit Foto: Sekretariat Presiden
Selain aspek perdagangan, pemerintah membuka peluang kolaborasi di sektor energi, termasuk pengembangan teknologi small modular reactor (SMR) bersama mitra Amerika. Pendekatan ini mencerminkan strategi jangka panjang untuk mendukung transisi energi bersih.
Keterlibatan Indonesia dalam mineral kritis menunjukkan posisi strategis negara sebagai pemasok global, sementara AS berupaya mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari China. Hal ini memberikan peluang Indonesia untuk menjadi mitra utama dalam rantai pasok global teknologi tinggi dan energi.
Rencana penguatan industri hilir akan meliputi pendirian fasilitas pengolahan lokal, optimalisasi sumber daya, dan integrasi teknologi terbaru. Pemerintah berharap kerja sama ini dapat meningkatkan nilai tambah dan mengurangi ketergantungan pada ekspor bahan mentah.
Negosiasi ART terkait mineral kritis juga memperhitungkan penguatan regulasi, keamanan pasokan, dan transparansi mekanisme investasi. Poin-poin teknis ini diproyeksikan menjadi bagian dari kesepakatan resmi kedua kepala negara.
Pemerintah menekankan bahwa mineral kritis dapat menjadi pendorong pertumbuhan industri domestik yang berkelanjutan. Strategi ini sejalan dengan kebijakan pembangunan nasional yang menekankan industrial upgrading dan peningkatan kapasitas teknologi.
Dengan kerja sama ini, Indonesia dapat memperluas portofolio investasinya di sektor strategis sekaligus menempatkan industri nasional dalam peta rantai pasok global. Kontribusi ini juga diharapkan meningkatkan daya saing produk Indonesia di pasar internasional.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Amry Nur Hidayat
Tag Terkait: