Kelola Sampah Berbasis Data Digital, Tempat Sampah AI Srikandi Nusabin Makin Siap Diterapkan Luas
Kredit Foto: Istimewa
Tempat sampah berbasis kecerdasan buatan (AI) Srikandi yang dikembangkan Nusabin mendapat apresiasi dari kalangan industri dan korporasi. Sepanjang 2025 hingga awal 2026, inovasi ini dinilai menghadirkan pendekatan baru dalam pengelolaan sampah, khususnya di sektor komersial dan industri.
Berbeda dari metode konvensional yang masih mengandalkan pemilahan manual, tempat sampah AI Srikandi dirancang bekerja dari hulu. Sistem ini mampu mengenali dan mengklasifikasikan sampah anorganik secara otomatis berdasarkan jenis material dan merek. Seluruh prosesnya tercatat dalam sistem berbasis data yang dapat dipantau melalui dashboard terintegrasi.
Bagi sektor industri, pendekatan tersebut membuka peluang pengelolaan sampah yang lebih presisi. Data timbulan sampah yang terkumpul dapat dimanfaatkan untuk evaluasi operasional, perencanaan program keberlanjutan, hingga kebutuhan pelaporan lingkungan secara lebih akurat dan sistematis.
Momentum penting terjadi pada 17 Desember 2025 saat peluncuran Rumah Pemulihan Material milik Waste4Change di Jatiwaringin. Dalam acara yang dihadiri lebih dari 100 pemangku kepentingan tersebut, tempat sampah AI Srikandi diperkenalkan sekaligus diuji secara langsung.
Implementasi Srikandi juga telah berjalan dalam operasional harian di sejumlah ruang komersial di Jakarta, antara lain Kopi Kamu Wijaya dan Kopi Kina Cikini.
Bagi Nusabin, apresiasi dari berbagai sektor menjadi indikator kesiapan tempat sampah AI Srikandi untuk diterapkan secara lebih luas. Melalui program “Srikandi Peduli Sampah”, perusahaan membuka ruang kolaborasi dengan dunia usaha, pengelola kawasan, serta mitra strategis lainnya guna memperkuat pengelolaan sampah berbasis sistem dan data.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Amry Nur Hidayat
Tag Terkait: