Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Siap Sinergi dengan Danantara, Revisi UU Pengelolaan Keuangan Haji jadi Momentum BPKH Optimalkan Investasi

Siap Sinergi dengan Danantara, Revisi UU Pengelolaan Keuangan Haji jadi Momentum BPKH Optimalkan Investasi Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Revisi Undang-Undang tentang Pengelolaan Keuangan Haji membuka babak baru bagi Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH). Momen ini tidak hanya dilihat sebagai penyempurnaan regulasi, tetapi juga sebagai panggung strategis untuk melakukan akselerasi dan penguatan tata kelola investasi dana haji.

Fokus utama langkah ini adalah meningkatkan fleksibilitas investasi, khususnya dengan memaksimalkan peran anak usaha sebagai ujung tombak ekspansi di pasar global, demi meraih nilai manfaat yang lebih optimal.

Langkah progresif ini dijalankan dengan merancang pengembangan anak usaha BPKH di Arab Saudi melalui dua jalur strategis utama. Pertama, membangun sinergi kekuatan ekonomi nasional melalui orkestrasi investasi dengan Danantara dan BUMN. Kedua, menjalin kolaborasi kelembagaan yang erat dengan Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi untuk integrasi yang sistemik.

Kepala Badan Pelaksana BPKH, Fadlul Imansyah, menekankan bahwa kolaborasi dengan Danantara bukan sekadar kerja sama biasa, melainkan sebuah langkah besar untuk mengorkestrasi kekuatan investasi Indonesia di kancah internasional.

"Melalui sinergi dengan Danantara, kami ingin membangun orkestrasi investasi nasional yang terintegrasi. Anak usaha di Arab Saudi akan menjadi platform kolaboratif bagi grup BUMN maupun swasta nasional untuk masuk secara lebih terstruktur dan berdaya saing dalam ekosistem haji dan umrah," jelas Fadlul.

Senada dengan hal tersebut, Anggota Badan Pelaksana BPKH Bidang Investasi Langsung, M. Arief Mufraini, memaparkan lebih lanjut mengenai keuntungan strategis dari pendekatan kolektif ini. Menurutnya, menyatukan kekuatan dengan Danantara dan BUMN akan secara signifikan memperkuat posisi tawar Indonesia di meja negosiasi global.

"Dengan struktur investasi yang tepat, kita dapat memastikan kontrol strategis, manajemen risiko yang disiplin, serta penciptaan nilai jangka panjang. Hal ini sekaligus membuka ruang partisipasi bagi sektor swasta nasional yang kompeten," urai Arief.

Kerangka sinergi nasional ini akan bertumpu pada beberapa pilar kunci:

  • Skema Investasi Kolektif (Co-investment): Penggabungan kekuatan modal BPKH dan Danantara untuk proyek-proyek berskala besar.
  • Konsolidasi Peran BUMN: Memperkuat posisi BUMN dalam sektor-sektor vital seperti pengelolaan hotel, penyediaan katering, transportasi, dan logistik di Arab Saudi.
  • Akselerasi Partisipasi Swasta: Menjadi katalis bagi swasta nasional yang kompeten untuk go global.
  • Tata Kelola Berstandar Internasional: Menerapkan standar manajemen risiko dan transparansi terbaik yang diakui secara global.

Di sisi lain, BPKH juga aktif membangun jembatan kemitraan di tingkat internasional. Anak usaha BPKH di Arab Saudi dirancang untuk menjadi instrumen utama dalam menjalin kerja sama konstruktif dengan Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi.

Langkah ini untuk memastikan bahwa setiap investasi yang dilakukan tidak hanya menguntungkan secara finansial, tetapi juga selaras dengan regulasi dan visi jangka panjang Kerajaan Arab Saudi dalam pengembangan ekosistem haji dan umrah. Dengan jumlah jemaah Indonesia yang mencapai ratusan ribu setiap tahunnya, terdapat potensi captive market yang sangat besar.

Melalui koordinasi yang erat dengan otoritas setempat, perusahaan-perusahaan Indonesia diharapkan dapat terintegrasi secara sistemik dalam rantai pasok layanan haji. Mulai dari penyediaan akomodasi yang sesuai dengan kebutuhan jemaah, hingga layanan katering dan transportasi yang memenuhi standar kualitas. Semua ini dilakukan dengan menjunjung tinggi prinsip kepatuhan (compliance) dan membangun kemitraan yang saling menguntungkan (mutual partnership).

BPKH menegaskan bahwa seluruh inisiatif ekspansi dan penguatan ini tidak akan melenceng dari mandat utamanya: memberikan nilai manfaat yang optimal bagi jemaah haji Indonesia. Setiap langkah investasi dan kolaborasi dirancang untuk menghasilkan keuntungan yang sebesar-besarnya bagi dana haji, yang pada akhirnya akan digunakan untuk kemaslahatan jemaah.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Amry Nur Hidayat

Bagikan Artikel: