Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman mengungkap penyebab sulitnya pelaku UMKM naik kelas. Ia menyebut persoalan utama bukan terletak pada produksi maupun pembiayaan, melainkan pada kondisi pasar domestik yang dinilai tidak sehat.
“Berdasarkan catatan evaluasi kami, isunya itu bukan di situ ternyata, yaitu di pasar. Pasar Indonesia ini becek, kotor, dan jorok,” ujar Maman di kantornya, Jakarta, Jumat (27/2/2026).
Menurut Maman, banyak pelaku UMKM yang telah menerima akses pembiayaan serta pelatihan mampu menghasilkan produk dengan kualitas baik. Namun, ketika produk tersebut dipasarkan, penjualannya tidak berjalan sesuai harapan.
Baca Juga: Mendag: Larangan Impor Pakaian Bekas Lindungi Industri Garmen Nasional dan UMKM
Ia mencontohkan pelaku UMKM yang memproduksi pakaian. Meski kualitasnya dinilai layak bersaing, produk tersebut tetap sulit terserap pasar.
“Dia produksi baju, padahal baju ini mau dijual ke pasar, ke market, gak laku bajunya. Karena apa? Karena pasarnya becek, dipenuhi dengan barang-barang impor dari luar,” kata dia.
Maman menilai banjir produk impor berharga murah membuat produk lokal kehilangan daya saing di pasar domestik. Kondisi tersebut berdampak pada terbatasnya ruang tumbuh bagi UMKM, meskipun dukungan pembiayaan dan pelatihan terus ditingkatkan.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Dwi Aditya Putra
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: