- Home
- /
- New Economy
- /
- Energi
DEN Sosialisasikan PP 40/2025 ke MIND ID, Perkuat Hilirisasi dan Ketahanan Energi
Kredit Foto: Rahmat Dwi Kurniawan
Pemerintah mulai mengeksekusi implementasi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 40 Tahun 2025 tentang Kebijakan Energi Nasional (KEN). Dewan Energi Nasional (DEN) mengawali langkah tersebut dengan menyosialisasikan kebijakan terbaru itu kepada Holding Industri Pertambangan Indonesia, MIND ID.
Langkah ini dinilai strategis mengingat posisi MIND ID sebagai motor penggerak hilirisasi mineral sekaligus penopang rantai pasok energi nasional.
Ketua Harian DEN, Satya Widya Yudha, menegaskan bahwa kebijakan energi nasional ke depan tidak semata-mata berorientasi pada pencapaian net zero emission (NZE) 2060, tetapi juga harus mampu menopang pertumbuhan ekonomi nasional hingga 8 persen sebagaimana arahan Presiden Prabowo Subianto.
"Kita harus bisa mencapai apa yang diharapkan oleh Bapak Presiden," kata Satya dalam sosialisasi PP 40 Tahun 2025 di Jakarta, Jumat (27/2/2026).
Menurut Satya, MIND ID memegang peran strategis karena mengelola komoditas mineral utama yang menjadi fondasi hilirisasi serta mendukung penguatan ketahanan energi nasional. Sinkronisasi antara kebijakan dan eksekusi di lapangan, lanjutnya, menjadi kunci agar target dekarbonisasi dan pertumbuhan ekonomi dapat berjalan beriringan.
"Mudah-mudahan niatan kami melakukan sosialisasi ini bisa menjadi jembatan untuk mencapai cita-cita kita," ujarnya.

Di kesempatan yang sama, Direktur Utama MIND ID, Maroef Sjamsoeddin, menyatakan kesiapan perseroan menjalankan arah kebijakan tersebut. Ia menilai KEN bukan sekadar regulasi, melainkan pijakan strategis bagi transformasi industri pertambangan nasional.
"Kebijakan ini bukan sekadar regulasi, tetapi strategi yang menentukan arah transformasi industri pertambangan," kata Maroef.
Ia menambahkan, industri pertambangan kini tidak lagi cukup berorientasi pada volume produksi. Tantangan ke depan menuntut efisiensi operasional, penerapan praktik rendah karbon, serta penciptaan nilai tambah maksimal bagi perekonomian nasional melalui hilirisasi.
Sebagai holding, MIND ID membawahi PT Aneka Tambang Tbk, PT Bukit Asam Tbk, PT Freeport Indonesia, PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum), PT Timah Tbk, dan PT Vale Indonesia Tbk. Entitas tersebut berperan dalam pengamanan pasokan energi, pengembangan mineral kritis, hingga penguatan ekosistem hilirisasi.
Dari sisi penguatan teknologi, Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan Kemendiktisaintek sekaligus Wakil Tetap Anggota DEN, Fauzan Aziman, menilai peningkatan nilai tambah hanya dapat dicapai melalui basis ilmu pengetahuan dan teknologi.
"Kalau industri tidak berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi, nilai tambah tidak besar," ujarnya.
Ia menekankan pentingnya percepatan kolaborasi antara industri, perguruan tinggi, dan pemerintah guna mendorong pengembangan baterai, semikonduktor, serta pengolahan mineral kritis.
"Jadi kuncinya sebetulnya di percepatan," kata Fauzan.
PP 40 Tahun 2025 menetapkan tiga sasaran utama, yakni penguatan ketahanan energi, kecukupan energi untuk mendukung pertumbuhan ekonomi, serta dekarbonisasi menuju net zero emission pada 2060. Dalam kerangka tersebut, MIND ID diposisikan sebagai salah satu pilar utama dalam eksekusi hilirisasi mineral dan penguatan rantai pasok energi nasional.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Amry Nur Hidayat