Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

25% Investor Kripto RI Ada di Tokocrypto

25% Investor Kripto RI Ada di Tokocrypto Kredit Foto: Ist
Warta Ekonomi, Jakarta -

Tokocrypto menyebutkan kapasitas pasarnya mendominasi sebesar 25% investor kripto di Indonesia dengan total 4,8 juta pengguna terdaftar hingga 2025. Di sisi lain, tingkat literasi kripto nasional masih sekitar 20% dari total populasi 277 juta jiwa, sehingga ruang pertumbuhan industri dinilai masih terbuka lebar.

Chief Financial Officer (CFO) Tokocrypto, Sefcho Rizal, menyampaikan bahwa dari total investor kripto nasional, seperempatnya merupakan pengguna terverifikasi di platform tersebut.

“Kalau kita lihat total users kita ada di 4,8 juta, itu kurang lebih hampir 25% dari market share investor kripto yang ada di Indonesia,” ujar Sefcho dalam acara Ngobrol Pajak Kripto: Paham, Patuh, & Aman di Jakarta, Jumat (27/2/2026).

Tercatat total populasi Indonesia sebanyak 277 juta jiwa. Namun, tingkat kesadaran terhadap kripto baru sekitar 20%. Dari jumlah tersebut, yang benar-benar menjadi investor atau melakukan transaksi diperkirakan sekitar 8%.

“Dari 277 juta itu yang melek atau aware kripto itu baru 20-an persen. Kemudian yang dari 20% yang melek kripto itu, yang terjun sebagai investor ataupun doing trade, itu kurang lebih di 8%,” katanya.

Menurutnya, dari 8% investor kripto tersebut, sekitar 25% terdaftar sebagai pengguna terverifikasi di Tokocrypto. Seiring kampanye yang dilakukan oleh perusahaan, pertumbuhan jumlah pengguna juga tercatat meningkat 75% secara tahunan.

Selain ekspansi pengguna, Tokocrypto memperkuat daya saing melalui variasi pasangan perdagangan rupiah (IDR pairs) serta fitur Convert tanpa biaya transaksi. 

“Itu benar-benar zero percentage of fee yang kita charge ke para users,” ujarnya.

Selain itu, perseroan juga memperluas ekosistemnya melalui kerja sama dengan 100 lebih mitra hingga 2025. Dari sisi literasi, Tokocrypto mencatat telah menjalankan sekitar 168 inisiatif edukasi, baik secara daring maupun luring, termasuk kegiatan di Papua pada kuartal IV/2025.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Azka Elfriza
Editor: Amry Nur Hidayat

Tag Terkait:

Bagikan Artikel: