Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Pasar Global Libur, Kripto Jadi Sasaran Trader Lindungi Aset di Tengah Perang AS-Iran

Pasar Global Libur, Kripto Jadi Sasaran Trader Lindungi Aset di Tengah Perang AS-Iran Kredit Foto: Unsplash/Kanchanara
Warta Ekonomi, Jakarta -

Ketegangan geopolitik di Timur Tengah mendorong lonjakan aktivitas perdagangan di platform kripto yang beroperasi 24 jam, ketika pasar saham dan komoditas global masih tutup akhir pekan. Instrumen derivatif berbasis komoditas yang diperdagangkan di bursa kripto menjadi rujukan awal pelaku pasar dalam membaca sentimen risiko.

Mengutip Bloomberg, kontrak perpetual futures minyak mentah yang diperdagangkan di platform Hyperliquid naik sekitar 5% dan sempat menyentuh US$70,6 per barel. Kontrak emas dan perak masing-masing menguat sekitar 1,3% ke US$5.323 per troy ounce dan 2% ke US$94,90 per troy ounce.

Pergerakan tersebut terjadi di tengah meningkatnya konflik setelah Amerika Serikat dan Israel menyerang sejumlah target di Iran. Iran merespons dengan serangan rudal ke wilayah Israel, Qatar, Uni Emirat Arab, dan Bahrain, serta mengancam pangkalan militer yang terkait dengan pasukan AS di Irak. Eskalasi ini memicu kekhawatiran meluasnya konflik kawasan dan mendorong investor mencari lindung nilai.

Karena pasar saham dan komoditas konvensional tidak beroperasi pada akhir pekan, pelaku pasar memanfaatkan kontrak derivatif kripto yang diperdagangkan tanpa henti sebagai sarana price discovery dan manajemen risiko.

Volume perdagangan menunjukkan lonjakan signifikan. Kontrak perak mencatat nilai transaksi lebih dari US$227 juta dalam 24 jam terakhir, sementara emas mencapai sekitar US$173 juta. Pada saat yang sama, kontrak berbasis indeks saham AS yang diperdagangkan di platform tersebut turun antara 0,4% hingga 0,75%.

Bitcoin sempat berbalik menguat hingga 2,3% ke kisaran US$67.000 setelah sebelumnya melemah, sedangkan Ether naik sekitar 2,4% ke level US$1.968.

Baca Juga: Trump Klaim Khamenei Tewas, Menlu Iran Beri Penjelasan

Jake Ostrovskis, Head of Over-the-Counter Trading di Wintermute, mengatakan bahwa aset kripto menjadi instrumen paling likuid ketika pasar lain tutup.

“Karena Bitcoin diperdagangkan 24 jam, aset ini menjadi sarana paling cepat bagi pelaku pasar untuk lindung nilai atau mengekspresikan pandangan risiko,” ujarnya seperti dikutip Bloomberg.

Kontrak perpetual futures atau “perps” merupakan derivatif khas ekosistem kripto yang tidak memiliki tanggal jatuh tempo. Instrumen ini memungkinkan posisi dengan leverage dan dapat dipertahankan selama yang diinginkan, sehingga sering digunakan untuk spekulasi maupun lindung nilai jangka pendek.

Hyperliquid yang sebelumnya dikenal sebagai bursa derivatif kripto kini juga menawarkan kontrak berbasis komoditas dan indeks saham. Langkah ini mencerminkan semakin kaburnya batas antara pasar aset digital dan aset tradisional.

Bloomberg mencatat bahwa meski volume perdagangan di platform kripto masih lebih kecil dibandingkan pasar konvensional pada jam reguler, pelaku Wall Street mulai memperhatikan pergerakan harga di akhir pekan sebagai indikasi awal sentimen global.

Baca Juga: Dua Elite Militer Iran Dilaporkan Tewas dalam Serangan Israel-Amerika Serikat (AS)

Di sisi lain, sejumlah lembaga keuangan besar dan perusahaan teknologi finansial mempercepat pengembangan tokenisasi aset tradisional, yaitu pencatatan obligasi dan saham dalam jaringan blockchain. Inisiatif ini dinilai dapat membuka jalan menuju perdagangan lintas aset yang berlangsung 24 jam setiap hari.

Perkembangan akhir pekan ini kembali menunjukkan bagaimana pasar kripto berfungsi sebagai indikator awal pergerakan risiko global ketika sistem keuangan tradisional belum beroperasi.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Annisa Nurfitri

Bagikan Artikel: