Kredit Foto: Uswah Hasanah
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka rebound menguat ke level 8.059,86 pada perdagangan Selasa, 3 Maret 2026. Pada perdagangan kemarin, IHSG ditutup terkoreksi tajam 2,66% ke posisi 8.016,83.
Mengacu data RTI pada pukul 09.05 WIB, IHSG masih tercatat naik 46,63 poin atau 0,58% ke 8.063,46. Sebanyak 306 saham bergerak menanjak, 234 saham menyusut dan 163 saham lainnya mendatar.
Per pagi hari ini, IHSG sudah mencatatkan volume perdagangan 4,43 miliar lembar saham dengan frekuensi 242.942 kali. Adapun nilai transaksi yang dibukukan mencapai Rp6,93 triliun.
PT Royaltama Mulia Kontraktorindo Tbk (RMKO) memimpin posisi saham top gainers dengan lonjakan 23,28% ke level Rp715. Diikuti PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) yang melesat 10,99% ke Rp202 dan PT Harta Djaya Karya Tbk (MEJA) yang meroket 9,35% ke Rp117.
Di jajaran top losers ada PT Telefast Indonesia Tbk (TFAS) yang anjlok -13,99% ke Rp246, PT Island Concepts Indonesia Tbk (ICON) yang ambruk -11,71% ke Rp98 dan PT Trisula Textile Industries Tbk (BELL) yang merosot -11,54% ke Rp161.
Baca Juga: IHSG Diprediksi Masih Tertekan, Cek Rekomendasi Saham Pilihan BRI Sekuritas
Baca Juga: Net Sell Rp631,02 Miliar, Asing Sasar Saham-saham Ini
IHSG hari ini diperkirakan masih menghadapi tekanan dan berpotensi turun menembus level 8.000. Sejumlah analis memproyeksikan indeks masih akan bergerak melemah, terbebani sektor-sektor siklikal dan industri seiring meningkatnya tensi perang Teluk.
Sentimen global yang memburuk mendorong pelaku pasar bersikap risk-off, dengan mengalihkan dana dari aset berisiko ke instrumen safe haven. Secara teknikal, IHSG masih rawan melanjutkan penurunan di bawah 8.000, dengan level resistance berada di atas 8.100.
Sementara itu, analis MNC Sekuritas menilai posisi IHSG saat ini masih berada pada bagian dari wave (c) dari [x] pada label hitam.
Dengan demikian, koreksi diperkirakan relatif terbatas untuk menguji area 7.945–7.984, sebelum berpeluang kembali menguat menuju 8.437–8.638. Level support berada di 7.970 dan 7.861, sedangkan resistance di 8.170 dan 8.306.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri
Tag Terkait: