Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Sentimen Geopolitik Tekan Pasar, IHSG Jatuh 3% Lebih ke Level 7.500

Sentimen Geopolitik Tekan Pasar, IHSG Jatuh 3% Lebih ke Level 7.500 Kredit Foto: Uswah Hasanah
Warta Ekonomi, Jakarta -

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kian tertekan menjelang sesi siang perdagangan Rabu, 4 Maret 2026. Berdasarkan data RTI pukul 10.40 WIB, IHSG ambles lebih dari 3% ke level 7.686,63 usai dibuka di 7.896,37 pagi tadi.

Bahkan, indeks sempat terjerembap lebih dalam hingga menyentuh 7.584,85, sementara posisi tertingginya hari ini berada di 7.897,81.

Tekanan tampak mendominasi lantai bursa. Sebanyak 686 saham terkoreksi, hanya 58 saham yang menguat, dan 68 saham stagnan. Aktivitas perdagangan ramai, dengan volume mencapai 27,09 miliar lembar saham dan frekuensi transaksi sebanyak 1.617.644 kali. Nilai transaksi yang tercatat menyentuh Rp14,1 triliun.

Sentimen global menjadi salah satu pemberat utama. Pelaku pasar masih mencermati perkembangan konflik geopolitik antara Iran dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel yang berpotensi memicu ketidakstabilan energi global.

Situasi memanas setelah perang antara AS dan Israel melawan Iran mengganggu jalur strategis Selat Hormuz—rute, vital yang mengalirkan sekitar seperlima konsumsi minyak dunia serta sejumlah besar gas.

Baca Juga: Proyeksi IHSG dan Rekomendasi Saham Hari Ini Rabu (4/3) dari BRI Sekuritas

Pengiriman energi melalui selat tersebut dilaporkan nyaris terhenti akibat pertempuran yang berkecamuk. Iran bahkan menyatakan jalur itu tertutup dan mengancam akan menyerang kapal-kapal yang melintas.

Setidaknya lima kapal tanker dilaporkan rusak, dua personel tewas, dan sekitar 150 kapal terdampar di sekitar selat yang memisahkan Iran dan Oman.

Di tengah situasi tersebut, Presiden AS Donald Trump menyampaikan langkah mitigasi dengan menawarkan jaminan asuransi serta pengawalan angkatan laut bagi kapal tanker minyak dan kapal lain yang melintasi Selat Hormuz.

Kebijakan ini diklaim untuk mencegah krisis energi global dan memastikan distribusi tetap berjalan, sehingga tekanan inflasi akibat lonjakan harga energi dapat lebih terkendali.

Baca Juga: BEI Yakin Demutualisasi Bisa Dongkrak Bursa Masuk Top 10 Global

Dari dalam negeri, ada kabar positif terkait transparansi pasar. PT Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) resmi merilis informasi kepemilikan saham perusahaan tercatat di atas 1 persen. Data tersebut akan disediakan oleh KSEI dan dipublikasikan setiap bulan melalui situs BEI.

Dengan keterbukaan ini, BEI berharap investor memperoleh referensi yang lebih akurat dalam mengambil keputusan investasi, sekaligus memperkuat kepercayaan, integritas, dan kredibilitas pasar modal Indonesia. 

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri

Bagikan Artikel: