Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

ASM Raih Zero Accident 1,2 Juta Jam Kerja di Proyek Patimban

ASM Raih Zero Accident 1,2 Juta Jam Kerja di Proyek Patimban Kredit Foto: ASM
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Anugerah Samudera Madanindo (ASM) meraih Penghargaan Kecelakaan Nihil (Zero Accident) dan Penghargaan Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja (P2K3) kategori Platinum dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat setelah mencatat 1.200.622 jam kerja aman tanpa kecelakaan fatal dalam periode 1 Maret 2023 hingga 30 September 2025.

Pencapaian tersebut dinilai mencerminkan implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam operasional perusahaan, termasuk pada proyek infrastruktur strategis nasional.

Direktur Utama ASM Faris Muhammad Abdurrahim mengatakan pencapaian tersebut merupakan hasil dari penerapan budaya keselamatan kerja yang terintegrasi dalam tata kelola perusahaan, terutama pada proyek dengan tingkat risiko tinggi seperti konstruksi pelabuhan.

“Bagi kami, keselamatan kerja adalah bagian dari tanggung jawab sosial dan tata kelola yang baik. Zero accident bukan hanya target operasional, tetapi komitmen moral untuk memastikan setiap pekerja pulang dengan selamat. Inilah wujud nyata bagaimana prinsip ESG kami terapkan di lapangan, terutama dalam proyek strategis nasional seperti Pelabuhan Patimban,” ujar Faris.

Ia menjelaskan operasional ASM menghadapi berbagai risiko pekerjaan mulai dari aktivitas lapangan, tekanan target proyek, dinamika cuaca, hingga kompleksitas teknis konstruksi. Namun perusahaan menerapkan disiplin keselamatan kerja melalui prosedur operasional, kepemimpinan yang memberi teladan, serta penerapan budaya speak-up safety di lingkungan kerja.

Menurut Faris, penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di ASM tidak hanya sebatas pemenuhan regulasi, tetapi telah menjadi sistem terintegrasi yang mencakup pengawasan di lapangan hingga kewenangan menghentikan pekerjaan jika kondisi dinilai tidak aman.

Pencapaian keselamatan kerja tersebut juga berkaitan dengan keterlibatan ASM dalam pengembangan Pelabuhan Patimban Fase 2 (Phase 1–2) yang merupakan salah satu proyek strategis nasional. Proyek tersebut ditargetkan rampung pada Oktober–November 2025.

Pengembangan tahap lanjutan pelabuhan tersebut mencakup peningkatan kapasitas terminal kendaraan hingga 600.000 unit CBU serta kapasitas terminal peti kemas menjadi 3,75 juta TEUs. Hingga April 2025, progres konstruksi proyek dilaporkan telah mencapai sekitar 78%.

Pelabuhan Patimban diproyeksikan memperkuat daya saing logistik nasional dengan mendukung pengembangan kawasan industri Metropolitan Rebana di Jawa Barat sekaligus mengurangi kepadatan aktivitas bongkar muat di Pelabuhan Tanjung Priok melalui konektivitas yang terintegrasi dengan jalan tol akses Patimban.

Proyek tersebut juga melibatkan investasi besar, termasuk pembangunan terminal kendaraan senilai sekitar Rp3,7 triliun. Dalam jangka panjang, Pelabuhan Patimban ditargetkan memiliki kapasitas hingga 7,5 juta TEUs sehingga menjadi salah satu pusat logistik maritim utama di Indonesia.

Baca Juga: IWIP, Weda Bay Nickel, dan Tenant Perkuat Budaya K3 sebagai Pondasi Kerja Aman dan Berkelanjutan

Baca Juga: Pemprov DKI Atur Jam Kerja ASN Selama Ramadan 1447 H

Baca Juga: Dukung Green Mining, PLN dan PT Borneo Indobara Kembali Kerja Sama Listrik Hijau 23 MW

Faris menilai keberhasilan menjaga keselamatan kerja dalam proyek berskala besar menjadi indikator bahwa pembangunan infrastruktur dapat berjalan sejalan dengan prinsip keberlanjutan.

“Kami percaya proyek infrastruktur yang baik bukan hanya selesai tepat waktu, tetapi juga dibangun dengan standar keselamatan tinggi, tata kelola yang transparan, dan dampak sosial yang positif. Itu adalah esensi pembangunan berkelanjutan,” kata Faris.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Annisa Nurfitri

Tag Terkait:

Bagikan Artikel: