Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Gedung Putih: Sebelum Diserang, Iran Tolak Proposal Nuklir dari Amerika Serikat (AS)

Gedung Putih: Sebelum Diserang, Iran Tolak Proposal Nuklir dari Amerika Serikat (AS) Kredit Foto: Reuters/Jonathan Ernst
Warta Ekonomi, Jakarta -

Amerika Serikat (AS) mengungkapkan bahwa proposal terkait pengembangan nuklirnya ditolak oleh Iran. Hal itu menjadi salah satu alasan pihaknya meluncurkan serangan ke Teheran.

Juru Bicara Gedung Putih Karoline Leavitt mengatakan proposal tersebut merupakan bagian dari negosiasi yang dilakukan oleh Utusan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Ia menawarkan sejumlah insentif kepada Iran.

Baca Juga: Dirudal Amerika Serikat, Mantan Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad Dikabarkan Masih Hidup

Washington mengaku menawarkan pencabutan sanksi ekonomi, penyediaan bahan bakar nuklir untuk tujuan damai serta dukungan investasi dalam program nuklir sipil bersama. Iran di sisi lain hanya diminta untuk membongkar secara permanen seluruh fasilitas pengayaan uranium yang dimilikinya.

“Mereka menolak mengatakan ya untuk perdamaian. Dan sekarang mereka harus menghadapi konsekuensinya,” kata Leavitt, dikutip dari Iran International.

Diketahui, proposal pengembangan nuklir muncul dari tiga putaran pembicaraan dari Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi dan Utusan Amerika Serikat, Steve Witkoff dan Jared Kushner. Pembicaraan Amerika Serikat dan Iran bertujuan meredakan ketegangan terkait program nuklir yang telah lama menjadi sumber perselisihan antara Teheran dan Washington.

Namun serangan tetiba dilancarkan ke Iran. Oman menyatakan bahwa serangan tersebut terjadi ketika sebenarnya ada sinyal kesiapan untuk memberikan konsesi besar terkait aktivitas nuklir dari Iran.

Teheran selama ini menegaskan bahwa program nuklirnya ditujukan untuk tujuan damai, termasuk produksi energi dan penggunaan medis. Ia juga menyatakan pengayaan uranium untuk keperluan sipil diperbolehkan berdasarkan perjanjian internasional, meskipun sebelumnya menyatakan bersedia menerima pembatasan serta pengawasan tambahan.

Baca Juga: Amerika Serikat (AS) Kian Beringas, Kapal Perang Iran Ditenggelamkan Dekat Sri Lanka

Dengan runtuhnya negosiasi dan meningkatnya eskalasi militer, sengketa nuklir antara kedua negara kini berubah menjadi konflik terbuka yang berpotensi meluas di Timur Tengah.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Aldi Ginastiar