Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Airlangga Optimistis Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I 2026 Lebih Tinggi

Airlangga Optimistis Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I 2026 Lebih Tinggi Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan optimisme bahwa pertumbuhan ekonomi pada kuartal I 2026 akan lebih tinggi dibandingkan kuartal sebelumnya. 

Hal tersebut didorong oleh berbagai program stimulus pemerintah, peningkatan konsumsi masyarakat, serta penguatan belanja negara yang diharapkan mampu menjaga momentum pertumbuhan di tengah meningkatnya dinamika geopolitik dan ketidakpastian global.

Baca Juga: Menperin: Konflik Timur Tengah Ancam Energi, Logistik, dan Bahan Baku Industri

Ini disampaikan Menko Airlangga dalam acara CNN Indonesia Economic Forum 2026 di Jakarta, Senin (2/03/2026).

“Pertumbuhan di kuartal pertama tahun ini diharapkan bisa lebih tinggi dari kuartal keempat yang lalu karena berbagai program baik dari stimulus Pemerintah kemudian juga berbagai program lain yang diharapkan bisa mendorong makro ekonomi terutama dari segi konsumsi dan kedua dari segi belanja Pemerintah juga akan terus didorong,” ujarnya, dikutip dari siaran pers Kemenko Perekonomian, Kamis (5/3).

Menko Airlangga juga menjelaskan terkait eskalasi konflik global yang tengah terjadi, termasuk ketegangan di kawasan Timur Tengah, berpotensi mempengaruhi stabilitas energi dunia, khususnya apabila terjadi gangguan pada jalur distribusi minyak global. Meski demikian, kondisi fiskal Indonesia dinilai tetap terkendali dengan asumsi harga minyak dalam APBN sebesar USD70 per barel, sementara harga minyak dunia masih berada pada level yang relatif aman. Pemerintah bersama PT Pertamina (Persero) juga melakukan langkah antisipatif melalui diversifikasi sumber pasokan energi, termasuk kerja sama pengadaan minyak dengan Amerika Serikat guna memperkuat ketahanan energi nasional.

Lebih lanjut, Menko Airlangga menyampaikan terkait target pertumbuhan ekonomi tahun 2026 sebesar 5,4% dengan fokus pada sektor prioritas, yakni pertanian, manufaktur, ekonomi digital, dan ketahanan energi. Berbagai program prioritas nasional, termasuk program Makan Bergizi Gratis, Koperasi Merah Putih, komersialisasi Danantara, peningkatan FDI, pembangunan tiga juta rumah yang diharapkan mampu mendorong permintaan domestik sekaligus memperluas penciptaan lapangan kerja di wilayah perkotaan maupun perdesaan, serta peningkatan produktivitas melalui link and match tenaga kerja.

Selain penguatan konsumsi domestik, Pemerintah terus mempercepat reformasi struktural melalui deregulasi, penyederhanaan perizinan berbasis OSS, serta pembentukan satuan tugas debottlenecking guna mengatasi hambatan investasi. Pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dan program hilirisasi nasional juga terus didorong untuk meningkatkan nilai tambah industri dan penciptaan lapangan kerja. Di sektor keuangan, Pemerintah memperkuat pendalaman pasar melalui peningkatan transparansi pasar modal dan perluasan partisipasi investor institusional domestik. Peluncuran bullion bank turut menjadi langkah strategis dalam menyediakan alternatif instrumen investasi yang lebih aman di tengah volatilitas global.

Kemudian, untuk menjaga momentum pertumbuhan dalam jangka pendek, Pemerintah menyiapkan berbagai stimulus menjelang Idulfitri, antara lain diskon transportasi, bantuan pangan kepada 35,04 juta keluarga penerima manfaat, serta penyaluran Tunjangan Hari Raya (THR). Pemberian stimulus ini diharapkan dapat mengakselerasi belanja masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi pada Triwulan I-2026 hingga mencapai 5,5% (yoy).

Pemerintah juga memperluas kerja sama ekonomi internasional melalui berbagai perjanjian perdagangan dan investasi, termasuk penyelesaian perundingan kemitraan ekonomi dengan Uni Eropa, Kanada, serta kawasan Eurasia, serta aksesi Indonesia ke OECD dalam beberapa tahun mendatang. Indonesia juga telah menandatangani kesepakatan Agreement on Reciprocal Tariff dengan Amerika Serikat yang menghasilkan struktur tarif perdagangan yang lebih kompetitif bagi produk Indonesia.

Baca Juga: Kemenperin: Sertifikasi Industri Hijau Dorong Efisiensi Produksi dan Kepedulian Lingkungan

Dalam sesi diskusi panel, Menko Airlangga menegaskan bahwa capaian pertumbuhan ekonomi 5% merupakan hasil sinergi antara sektor konsumsi, investasi, ekspor, serta intervensi kebijakan Pemerintah melalui berbagai program perlindungan sosial dan stimulus fiskal untuk menjaga daya beli. Ke depan, Pemerintah akan terus memperkuat keberlanjutan pertumbuhan melalui peningkatan rasio perpajakan, digitalisasi sistem perpajakan, serta investasi pada pembangunan sumber daya manusia, termasuk program Makan Bergizi Gratis.

“Salah satunya bagaimana implementasi yang harus diawasi yaitu Coretax. Karena kalau Coretax-nya jalan, itu dari PPN aja mungkin kita bisa dapet tambahan 2-3%. Jadi kita tetap optimis dengan perbaikan penerimaan, maka perekonomian akan lebih solid,” pungkas Menko Airlangga.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya