Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Groundbreaking LNG Abadi Masela Dikejar Maret, Kompensasi Warga Masih Dihitung

Groundbreaking LNG Abadi Masela Dikejar Maret, Kompensasi Warga Masih Dihitung Kredit Foto: INPEX Masela Ltd

Namun perusahaan juga mengakui proyek bernilai sekitar US$20,9 miliar tersebut menghadapi tantangan peningkatan biaya konstruksi, serta kebutuhan insentif tambahan untuk menjaga tingkat pengembalian investasi sekitar 15%.

Selain untuk ekspor, sebagian produksi LNG Masela direncanakan diserap pasar domestik, termasuk oleh PT PLN (Persero), PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN), dan PT Pupuk Indonesia (Persero).

Sebelumnya dalam rapat Satuan Tugas Percepatan Program Strategis Pemerintah (Satgas P2SP) yang dipimpin Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Selasa (24/2/2026), Djoko menyebut  proses pembebasan lahan proyek Masela memang diwarnai penolakan sebagian warga di wilayah Saumlaki, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku.

SKK Migas mengungkapkan, aksi protes masyarakat sempat terjadi di tengah proses pengadaan lahan untuk pembangunan fasilitas onshore LNG (OLNG).

Nilai kompensasi tanam tumbuh yang saat ini mengacu pada putusan pengadilan sekitar Rp15.000 per meter, dinilai belum memenuhi ekspektasi masyarakat di lapangan.

SKK Migas mencatat operator proyek telah mengalokasikan dana sekitar Rp80 miliar melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), untuk kebutuhan kompensasi awal.

Halaman:

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Yaspen Martinus