Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Kemenko Perekonomian Sebut Indonesia Masuk Negara Paling Tahan Krisis Energi

Kemenko Perekonomian Sebut Indonesia Masuk Negara Paling Tahan Krisis Energi Kredit Foto: Azka Elfriza
Warta Ekonomi, Jakarta -

Indonesia disebut sebagai negara paling tahan terhadap krisis energi kedua di dunia versi JP Morgan. Posisi Indonesia berada di bawah Afrika Selatan dan berada di atas Tiongkok serta Amerika Serikat.

Staf Ahli Bidang Pengembangan Produktivitas dan Daya Saing Ekonomi Kemenko Perekonomian, Evita Manthovani, mengatakan bahwa penilaian itu menunjukkan bahwa posisi ekonomi Indonesia masih solid di tengah dinamika global yang belum sepenuhnya stabil.

“JP Morgan juga menilai Indonesia sebagai negara yang paling tahan krisis energi kedua setelah Afrika Selatan, di atas Tiongkok dan Amerika,” ujarnya dalam acara IRF 2026 di Jakarta, Senin (11/5/2026).

Ketahanan energi Indonesia, kata Evita, ditopang oleh tingginya pemanfaatan sumber energi domestik, terutama batu bara dan gas bumi.

Diketahui bahwa batu bara domestik produksinya sudah memenuhi 48% konsumsi energi nasional sementara gas bumi menyumbang 22% dan kontribusi energi terbarukan saat ini mencapai sekitar 7%. Adanya capaian tersebut dinilai menjadi salah satu faktor yang menjaga ketahanan ekonomi Indonesia di tengah ketidakpastian global dan gejolak energi dunia.

Baca Juga: JP Morgan: Indonesia Tahan Guncangan Energi Global 2026

Baca Juga: ASEAN Waspada Dampak Konflik Global, Airlangga Dorong Ketahanan Energi

Saat ini, indeks keyakinan konsumen tetap berada di level optimistis sebesar 122,9 bahkan neraca perdagangan Indonesia juga mencatat surplus sebesar US$3,32 miliar pada Maret 2026.

“Artinya, surplus telah terjadi selama 71 bulan berturut-turut. Ini capaian yang luar biasa dan patut kita syukuri,” katanya.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Azka Elfriza
Editor: Dwi Aditya Putra