Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

RedMagic 11 Pro: Raja Gaming Phone 2025, tapi Bukan untuk Semua Orang!

RedMagic 11 Pro: Raja Gaming Phone 2025, tapi Bukan untuk Semua Orang! Kredit Foto: Nubia
Warta Ekonomi, Jakarta -

Di atas kertas, RedMagic 11 Pro hampir tidak tertandingi di kelasnya.

Snapdragon 8 Elite Gen 5, RAM hingga 24GB, baterai 7.500 mAh dengan pengisian 80W, sistem pendingin liquid cooling pertama di dunia yang diproduksi massal, dan harga di kisaran Rp13–14 juta, semua terkemas dalam satu perangkat yang jelas tahu siapa target penggunanya.

Tapi ada pertanyaan yang jarang dijawab jujur oleh ulasan mana pun, apakah HP ini nyaman dipakai sebagai ponsel harian, bukan sekadar mesin gaming?

Apa itu Daily Driver?

Daily driver adalah istilah untuk HP yang dipakai sebagai ponsel utama sehari-hari — bukan hanya untuk gaming, tapi juga foto-foto, scrolling media sosial, rapat, dan bepergian.

Kalau HP gaming hanya oke saat main game tapi merepotkan di situasi lain, ia gagal sebagai daily driver yang baik.

Ini adalah titik lemah terbesar RedMagic 11 Pro — dan yang paling langsung terasa bagi pengguna harian.

Tidak ada lensa telephoto fisik: semua zoom 3x bersifat digital, dan hasilnya tidak memuaskan, algoritma software justru membuat foto terlihat blur alih-alih tajam.

Untuk kreator konten atau pengguna yang aktif di Instagram, ini bisa menjadi deal breaker yang serius.

Yang lebih mengejutkan adalah kamera selfie under-display fitur yang seharusnya menjadi keunggulan estetika, justru menghasilkan preview buram dan beresolusi rendah.

Saat tombol shutter ditekan, pemrosesan software membuat wajah terlihat seperti karakter hasil render AI, kadang dengan warna yang tidak natural.

Singkatnya, untuk urusan kamera, banyak HP mid-range di kisaran Rp5–7 juta bisa mengalahkan RedMagic 11 Pro.

RedMagic 11 Pro adalah satu-satunya smartphone yang punya kipas pendingin internal aktif, dan itu adalah keunggulan sekaligus kelemahan.

Saat bermain game berat, suhu perangkat terjaga sangat baik, tapi kipas kecil itu bisa cukup keras saat berputar kencang, cukup mengagetkan pengguna baru yang tidak tahu sumber suaranya.

Di kafe, ruang rapat, atau transportasi umum, suara fan yang mendadak muncul bisa terasa canggung.

RedMagic OS 11 sudah jauh lebih baik dari generasi sebelumnya, tapi belum cukup refined untuk pengalaman harian yang mulus.

Terjemahan antarmuka dari bahasa Cina ke Inggris dan Indonesia masih terasa janggal di beberapa menu, dan glitch kecil sesekali muncul hal-hal yang tidak akan ditemui di Samsung, iPhone, atau bahkan Xiaomi di kelas harga yang sama.

RedMagic 11 Pro hanya memiliki rating IPX8, yang berarti tahan air namun tidak menjamin ketahanan terhadap debu.

RedMagic mengakui saluran airflow internal merupakan struktur pendingin independen, dan sejumlah kecil debu mungkin masuk selama penggunaan.

Yang ironis, pendahulunya, RedMagic 10S Pro, justru memiliki rating IP54 yang mencakup perlindungan terhadap debu artinya dari sisi ketahanan, generasi terbaru ini justru mundur meski harganya naik.

Untuk HP seharga Rp13–14 juta, wajar kalau pembeli bertanya soal jaminan update keamanan dan OS jangka panjang.

Sayangnya, tidak ada informasi resmi yang jelas di situs RedMagic soal ini.

Pengguna di berbagai forum melaporkan mendapat jawaban berbeda dari tim support ada yang menyebut 3 tahun, ada yang bilang 5 tahun.

Di rentang harga yang sama, Samsung sudah berkomitmen 7 tahun update OS dan keamanan, sebuah perbandingan yang tidak menguntungkan RedMagic.

Baca Juga: WAJIB! Inilah Fitur Gaming Eksklusif RedMagic 11 Pro Plus yang Harus Dicoba Setiap Gamer

Beli atau Skip?

Beli RedMagic 11 Pro kalau gaming mobile adalah aktivitas utama sehari-hari, performa tertinggi tanpa kompromi adalah prioritas, dan baterai 7.500 mAh dengan fitur gaming seperti shoulder trigger 520Hz sudah lebih dari cukup.

Skip dan pertimbangkan alternatif kalau butuh kamera bagus untuk konten atau dokumentasi, HP akan dibawa ke banyak tempat umum, butuh kepastian update software jangka panjang, atau ingin satu HP untuk segalanya — gaming, kerja, foto, dan media sosial. (*)

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Yaspen Martinus

Tag Terkait: