Finalis Puteri Indonesia 2026 Kunjungi BPOM, Perkuat Edukasi Keamanan Produk
Kredit Foto: Istimewa
Sebanyak 45 finalis Puteri Indonesia 2026 melaksanakan kunjungan edukatif ke Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) pada Senin (13/4/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian pembekalan untuk memperkaya wawasan para finalis terkait sistem pengawasan obat, pangan, kosmetika, serta berbagai produk kesehatan yang beredar di Indonesia.
Dalam kunjungan tersebut, para finalis didampingi oleh Kusuma Ida Anjani selaku Ketua Pemilihan Puteri Indonesia 2026, bersama Melliza Xaviera Putri. Turut hadir Putri Kus Wisnu Wardani yang memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan ini. Rombongan disambut langsung oleh Kepala BPOM RI, Taruna Ikrar, beserta jajaran pimpinan di Kantor BPOM RI.
Kunjungan ini menjadi wujud sinergi antara BPOM dan Yayasan Puteri Indonesia dalam memberikan pemahaman komprehensif mengenai peran strategis lembaga pengawas untuk memastikan setiap produk yang dikonsumsi masyarakat memenuhi aspek keamanan, mutu, dan manfaat.
Ketua Dewan Pembina Yayasan Puteri Indonesia, Putri Kus Wisnu Wardani, menekankan pentingnya keberlanjutan kolaborasi ini agar dapat memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat.
“Sinergi ini bertujuan membekali para finalis dengan pemahaman menyeluruh terkait keamanan produk yang digunakan masyarakat. Kami berharap Puteri Indonesia dapat menjadi pelopor generasi cerdas yang mampu menginisiasi gerakan di kalangan generasi muda untuk memilih produk yang aman, bermutu, serta memberikan manfaat bagi kesehatan,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala BPOM RI, Taruna Ikrar, menilai para finalis Puteri Indonesia memiliki potensi sebagai mitra strategis dalam menyampaikan edukasi kepada publik. Ia berharap para finalis dapat berperan sebagai agen perubahan yang mendorong kesadaran menjadi konsumen cerdas.
“Para Puteri Indonesia memiliki peran penting dalam mengedukasi masyarakat untuk menjadi konsumen yang cerdas, yakni mampu memilih produk yang aman, bermutu, dan bermanfaat. Di sisi lain, mereka juga dapat membantu memperluas pemahaman mengenai dukungan BPOM terhadap pelaku usaha, khususnya UMKM,” ungkapnya.
Melalui sesi diskusi interaktif, para finalis berdialog langsung dengan pimpinan BPOM terkait berbagai isu strategis pengawasan produk di Indonesia. Pada kesempatan tersebut, seluruh finalis Puteri Indonesia 2026 juga dikukuhkan sebagai Duta Obat dan Makanan Aman, dengan fokus edukasi seputar obat, obat tradisional, suplemen kesehatan, hingga pangan.
Ketua Pemilihan Puteri Indonesia 2026 sekaligus Direktur PT Mustika Ratu Tbk, Kusuma Ida Anjani, menyampaikan bahwa kegiatan ini memiliki nilai strategis dalam membentuk karakter dan peran para finalis sebagai figur publik.
“Kami memandang bahwa Puteri Indonesia tidak hanya berperan sebagai representasi kecantikan, tetapi juga sebagai agen perubahan yang memiliki tanggung jawab moral untuk menyuarakan edukasi yang benar kepada masyarakat. Melalui kolaborasi ini, para finalis diharapkan mampu menjadi panutan dalam membangun kesadaran kolektif mengenai pentingnya memilih produk yang aman, berkualitas, serta berdaya guna bagi kehidupan,” jelasnya.
Para finalis juga didorong menjadi trendsetter dalam penggunaan produk yang telah terjamin kualitasnya. Sebagai representasi dari berbagai daerah, mereka diharapkan dapat menjalin kolaborasi dengan Unit Pelaksana Teknis BPOM di wilayah masing-masing, sehingga tercipta sinergi yang mendukung edukasi masyarakat sekaligus pertumbuhan pelaku usaha lokal.
Kunjungan ini menjadi salah satu agenda strategis dalam pembekalan Puteri Indonesia 2026 yang tidak hanya menitikberatkan pada aspek intelektual dan penampilan, tetapi juga memperkuat kepedulian sosial serta kapasitas finalis dalam menyampaikan pesan edukatif kepada masyarakat luas.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Amry Nur Hidayat
Tag Terkait: