Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Emiten Sawit (TLDN) Panen Laba Rp1,1 Triliun di 2025, Melesat 34%

Emiten Sawit (TLDN) Panen Laba Rp1,1 Triliun di 2025, Melesat 34% Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Warta Ekonomi, Jakarta -

Kinerja keuangan PT Teladan Prima Agro Tbk (TLDN) sepanjang 2025 menunjukkan pertumbuhan solid. Emiten perkebunan kelapa sawit tersebut berhasil membukukan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp1,1 triliun, melonjak 34,03 persen dibandingkan capaian tahun 2024 yang sebesar Rp825,58 miliar.

Lonjakan laba tersebut turut mendongkrak laba per saham dasar dan dilusian menjadi Rp85,48 per saham. Angka ini meningkat dari posisi tahun sebelumnya yang tercatat Rp63,77 per saham.

Dari sisi pendapatan, Perseroan mencatatkan penerimaan dari kontrak dengan pelanggan sebesar Rp5,42 triliun sepanjang 2025. Nilai itu tumbuh 28,72 persen secara tahunan dibandingkan Rp4,21 triliun pada 2024.

Sebagian besar pendapatan berasal dari transaksi dengan pihak ketiga. Rinciannya, segmen minyak kelapa sawit menyumbang Rp4,7 triliun, diikuti inti kelapa sawit Rp358,99 miliar, minyak inti kelapa sawit Rp296,64 miliar, serta lain-lain sebesar Rp10,82 miliar.

Baca Juga: Emiten Boy Thohir (ADMR) Catat Penurunan Pendapatan dan Laba di 2025

Sementara itu, pendapatan dari pihak berelasi juga memberikan kontribusi, yakni dari minyak kelapa sawit Rp46,86 miliar, inti kelapa sawit Rp497,81 juta, dan lain-lain Rp698,51 juta.

Seiring meningkatnya pendapatan, beban pokok penjualan turut mengalami kenaikan menjadi Rp3,55 triliun pada 2025, dibandingkan Rp2,75 triliun pada tahun sebelumnya.

Kendati demikian, laba bruto Perseroan tetap bertumbuh menjadi Rp1,86 triliun dari sebelumnya Rp1,45 triliun. Laba usahanya juga naik menjadi Rp1,25 triliun, dari Rp1,11 triliun.

Baca Juga: Adaro Andalan (AADI) Raih Laba USD760,18 Juta pada 2025, Turun 37%

Dari sisi neraca, total aset Perseroan per 31 Desember 2025 tercatat Rp6,01 triliun, naik dari Rp5,66 triliun pada akhir 2024.

Sementara itu, total liabilitas turun menjadi Rp2,37 triliun dari sebelumnya Rp2,51 triliun. Adapun ekuitas Perseroan mengalami peningkatan menjadi Rp3,64 triliun, dibandingkan Rp3,14 triliun pada akhir tahun sebelumnya.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri