Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Emiten Boy Thohir (ADMR) Catat Penurunan Pendapatan dan Laba di 2025

Emiten Boy Thohir (ADMR) Catat Penurunan Pendapatan dan Laba di 2025 Kredit Foto: ADMR
Warta Ekonomi, Jakarta -

Kinerja keuangan PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR) sepanjang 2025 mengalami tekanan cukup dalam. Emiten milik Boy Thohir ini mencatat laba bersih sebesar USD271,21 juta, turun 37,88% dibandingkan capaian akhir 2024 yang mencapai USD436,65 juta.

Penurunan laba tersebut turut berdampak pada laba per saham dasar dan dilusian yang ikut menyusut menjadi USD0,0066 dari sebelumnya USD0,0107.

Di sisi pendapatan, ADMR juga mencatat penurunan. Sepanjang 2025, pendapatan usaha tercatat sebesar USD972,94 juta atau turun 15,7% dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai USD1,15 miliar.

Jika dirinci, kontribusi terbesar berasal dari segmen pertambangan sebesar USD968,8 juta. Sementara itu, pendapatan dari jasa lainnya tercatat USD14,93 juta, dengan eliminasi sebesar USD10,78 juta.

Baca Juga: Laba Kuartal IV Melonjak 194%, ESSA Akhiri 2025 Tanpa Utang

Dari sisi biaya, beban pokok pendapatan tercatat sebesar USD577,68 juta, sedikit meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar USD576,39 juta.

Kenaikan biaya ini ikut menekan profitabilitas sehingga laba kotor perusahaan turun menjadi USD395,26 juta dari sebelumnya USD577,79 juta.

Tekanan juga terlihat pada tingkat operasional. Beban usaha tercatat sebesar USD43,6 juta, meningkat dari USD38,48 juta pada tahun sebelumnya.

Akibatnya, laba usaha ADMR turun menjadi USD318,31 juta, jauh lebih rendah dibandingkan capaian 2024 yang mencapai USD540,34 juta.

Baca Juga: Pendapatan dan Laba ADRO Kompak Susut Sepanjang 2025

Meski demikian, dari sisi neraca keuangan perusahaan justru menunjukkan peningkatan. Total aset ADMR melonjak menjadi USD2,89 miliar dari sebelumnya USD2,07 miliar.

Di saat yang sama, jumlah liabilitas juga bengkak menjadi USD1,17 miliar, naik dari posisi akhir 2024 yang sebesar USD571,33 juta. Sementara itu, total ekuitas tercatat sebesar USD1,71 miliar, bertambah dari USD1,5 miliar pada akhir tahun sebelumnya.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri