Kredit Foto: Wafiyyah Amalyris K
Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono menegaskan kesiapan Kementerian Koperasi (Kemenkop) dalam mendukung Koperasi Produsen Upland Subang Farm untuk melakukan ekspor ke ke negara-negara Timur Tengah.
Saat ini, koperasi tersebut tengah menyiapkan unit pengemasan nanas kaleng guna memenuhi permintaan ekspor di kawasan tersebut. Hal ini disampaikan Menkop dalam sambutannya pada Acara Pelepasan Ekspor Manggis oleh Koperasi Produsen Upland Subang Farm ke China, beberapa waktu lalu.
Baca Juga: Akibat Serangan Terbaru Israel ke Iran, Harga Minyak Global Bisa Tembus 200 Dolar AS
"Melalui kegiatan ini membuktikan bahwa Kabupaten Subang sebagai Kabupaten yang super karena sudah bisa ekspor berbagai komoditi. Insyaallah kita siap membantu supaya bisa memenuhi ekspor nanas seperti yang diminta negara di Timur Tengah," kata Menkop, dikutip dari siaran pers Kemenkop, Selasa (10/3).
Dukungan Kemenkop terhadap kemajuan Koperasi Produsen Upland Subang Farm tidak hanya sebatas kebijakan, tetapi juga pembiayaan. Menkop Ferry mendorong agar Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) memberikan dukungan pembiayaan kepada koperasi tersebut.
Dengan dukungan pembiayaan tersebut, Menkop berharap kualitas dan kuantitas hingga upaya diversifikasi usaha dari Koperasi Upland Subang Farm dapat dilakukan sesuai rencana bisnisnya. Dengan modal yang cukup juga diharapkan agar Koperasi ini mampu menyerap produk pertanian dengan harga yang lebih baik sehingga petani dapat meningkat kesejahteraannya.
"Saya yakin koperasi Upland ini bisa beli dengan harga yang lebih baik ke petani dan bisa memperbaiki manajemen kemudian bisa ekspor ke mana-mana," katanya.
Berdasarkan hasil kajian terhadap proposal dan juga bisnis proses dijalankan koperasi tersebut kepada LPDB, untuk tahap awal diperkirakan suntikan dana yang dapat diberikan sekitar Rp4 miliar. Selanjutnya diperkirakan nilai pembiayaan yang dapat digulitkan dapat mencapai Rp20 miliar.
"Nanti ketika koperasi ini bisa dikembangkan kami akan mendorong pembiayaannya hingga Rp20 miliar tetapi tentunya harus melalui proses inkubasi dan pendampingan yang berkelanjutan," katanya.
Menkop menambahkan bahwa keberhasilan ekspor manggis oleh Koperasi Prodesn Upland Subang Farm sejalan dengan cita-cita Presiden Prabowo Subianto untuk menjadikan koperasi sebagai penggerak ekonomi desa dan pelaku utama dalam membawa produk lokal (desa) ke pasar dunia.
Lebih jauh, Menkop menyinggung ekosistem koperasi desa yang sedang dibangun, termasuk Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang segera beroperasi dapat menjadi bagian dari ekosistem pengembangan Koperasi Produsen Upland Subang Farm. Ia berharap koperasi ini dapat terhubung dengan jaringan koperasi desa di seluruh Indonesia, sehingga produknya tidak hanya diekspor tetapi juga dipasarkan di dalam negeri melalui jaringan koperasi.
Baca Juga: Permintaan Melonjak, Industri Tekstil dan Alas Kaki Siap Pasok Kebutuhan Lebaran
"Jadi jangan hanya diekspor saja tapi bisa dijual melalui Koperasi Desa Merah Putih di seluruh Indonesia. Produk lokal yang ada di Subang atau sekitarnya juga bisa dijual melalui Koperasi Desa Merah Putih," ujar Menkop.
Ia menekankan bahwa dukungan terhadap koperasi merupakan bagian dari semangat pendiri bangsa untuk menjadikan koperasi sebagai soko guru perekonomian nasional. Menutup pernyataannya, Menkop Ferry berharap agar Subang dapat melakukan ekspor komoditas unggulan lainnya khususnya nanas.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya