Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Baru 2.252 dari 32 Ribu Kopdes Merah Putih yang Berdiri, Pemerintah Kejar Target 30 Ribu Lokasi pada Juni 2026

Baru 2.252 dari 32 Ribu Kopdes Merah Putih yang Berdiri, Pemerintah Kejar Target 30 Ribu Lokasi pada Juni 2026 Kredit Foto: Simkopdes.go.id
Warta Ekonomi, Jakarta -

Dari 32 ribu lebih lokasi yang sudah disiapkan lahannya, baru 2.252 unit Koperasi Desa Merah Putih yang benar-benar berdiri hingga hari ini.

Tapi angka itu bergerak setiap hari seiring ratusan bangunan yang dilaporkan sudah memasuki tahap 60 hingga 80 persen penyelesaian.

"Update terakhir sudah tersedia lahan, (Kopdes Merah Putih) yang akan dibangun 32 ribu lebih. Yang sudah jadi 2.252, tapi ini tiap hari bergerak terus karena ada yang 60 persen, ada 70 persen, 80 persen," ujar Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan usai rapat koordinasi di Jakarta, Rabu (11/3/2026).

Pemerintah menargetkan 20.000 hingga 30.000 unit Kopdes Merah Putih rampung pada Juni 2026.

"Kita perkirakan Juni, 20 sampai 30 ribu ini bisa kita selesaikan," kata Zulhas.

Salah satu hambatan yang dihadapi adalah ketersediaan lahan, terutama di wilayah kelurahan atau kawasan perkotaan yang tidak selalu memiliki lahan hingga sekitar 1.000 meter persegi.

Pemerintah kini mempercepat pendataan lahan untuk memastikan seluruh desa dan kelurahan bisa masuk dalam program ini.

Untuk desa yang belum punya lahan, solusinya diserahkan ke pemerintah daerah.

"Nah (desa/kelurahan) yang tidak punya lahan, nanti akan dibelikan (lahan) oleh gubernur atau bupati dengan dasar aturan dari Kementerian Dalam Negeri," kata Zulhas.

Kementerian Dalam Negeri akan menerbitkan surat edaran sebagai payung hukum bagi pemerintah daerah dalam membantu pengadaan lahan tersebut. Langkah ini dimaksudkan agar proses pengadaan lahan bisa berjalan seragam di seluruh wilayah tanpa hambatan regulasi di tingkat daerah.

Zulhas menyebut percepatan ini tidak hanya soal konstruksi fisik, tetapi juga memastikan seluruh desa dan kelurahan memiliki akses terhadap fasilitas koperasi. Pendataan yang sedang berjalan difokuskan pada wilayah yang belum memiliki kepastian lahan.

Kopdes Merah Putih dirancang sebagai simpul ekonomi di tingkat desa, mencakup fungsi distribusi pangan hingga layanan ekonomi masyarakat. Program ini masuk dalam agenda prioritas pemerintah yang ingin memperkuat rantai pasok pangan dari level paling bawah.

Progres pembangunan yang tidak merata antardaerah menjadi salah satu tantangan nyata dalam mengejar target Juni. Pemerintah pusat mengandalkan koordinasi dengan gubernur dan bupati untuk menutup celah itu, terutama di daerah yang masih berkutat dengan masalah lahan.

Baca Juga: Menteri Koperasi: Jika Kopdes Merah Putih Gagal, Koperasi Indonesia Tamat

Jika target 20.000 hingga 30.000 unit tercapai pada pertengahan tahun ini, program Kopdes Merah Putih akan menjadi jaringan koperasi desa terbesar yang dibangun dalam satu periode pemerintahan.

Sisanya, sekitar 2.000 hingga 12.000 unit dari total lokasi yang sudah disiapkan, akan menyusul setelah Juni.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Amry Nur Hidayat