Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

PLTS Terapung Karangkates 100 MWac Masuk Tahap Konstruksi

PLTS Terapung Karangkates 100 MWac Masuk Tahap Konstruksi Kredit Foto: PLN Nusantara Power
Warta Ekonomi, Jakarta -

Progres pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terapung Karangkates berkapasitas 100 Mega Watt alternating Current (MWac), atau 133 Mega Watt peak (MWp) di Bendungan Sutami, Kabupaten Malang, Jawa Timur, terus menunjukkan perkembangan positif.

Pembangkit energi hijau yang dikembangkan oleh PT PLN Nusantara Power (PLN NP) melalui anak usahanya PLN Nusantara Renewables bersama entitas pengembang PT Nusantara Guodian Karangkates Indonesia (NGKI) tersebut, telah merampungkan sejumlah dokumen perizinan utama.

Dokumen yang telah selesai antara lain Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (KKPR) PV Plant, Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL), serta KKPR Solar Farm.

Sementara, sejumlah perizinan lanjutan seperti Persetujuan Penggunaan Kawasan Hutan (PPKH) PV Plant dan Solar Farm, Izin Pengusahaan Sumber Daya Air (IPSDA), serta sebagian komponen Lahan Usaha Area Usaha Rakyat (LUA/RAUA), ditargetkan dapat diselesaikan pada Maret 2026.

Direktur Utama PLN Nusantara Power Ruly Firmansyah mengatakan, pengembangan PLTS terapung Karangkates merupakan bagian dari strategi perusahaan dalam memperkuat portofolio energi baru terbarukan di Indonesia.

“PLTS Terapung Karangkates merupakan langkah strategis PLN Nusantara Power Group dalam memperkuat portofolio energi baru terbarukan di Indonesia."

"Kami memandang proyek ini bukan sekadar pembangunan pembangkit, melainkan simbol kolaborasi, optimalisasi aset nasional, dan upaya bersama untuk mewujudkan masa depan energi yang lebih hijau dan efisien,” tutur Ruly dalam keterangannya, Rabu (11/3/2026).

Proyek ini sebelumnya telah melalui sejumlah tahapan penting sejak penyusunan studi kelayakan pada periode 2021–2022.

Milestone terbaru adalah pelaksanaan Soft Launching Ceremony pada 10 Februari 2026, yang menandai dimulainya fase konstruksi proyek.

Dari sisi konstruksi, material floater untuk kapasitas awal 5 MW telah berada di lokasi proyek.

Sementara, proses fabrikasi sejumlah komponen utama seperti modul fotovoltaik (PV module), inverter, serta floater masih terus berlangsung.

Sekretaris Perusahaan PLN Nusantara Renewables Ndaru Tri Hatmoko mengatakan, kehadiran PLTS terapung Karangkates diharapkan memberikan manfaat bagi sistem kelistrikan, sekaligus masyarakat di sekitar wilayah proyek.

Selain menyediakan energi bersih, proyek ini juga diproyeksikan membuka sekitar 600 lapangan pekerjaan, meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat sekitar, serta menarik investasi di sektor energi terbarukan.

Dalam rencana pengembangannya, area pemanfaatan waduk untuk instalasi PLTS terapung tersebut mencapai sekitar 71 hektare, atau sekitar 5,3% dari total area Waduk Karangkates.

Melalui proyek ini, PLN Nusantara Power menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan solusi energi bersih yang andal, inovatif, dan berkelanjutan, guna mendukung target transisi energi nasional.

Baca Juga: Suntikan Rp23,66 Triliun Masuk RI, Pabrik PLTS Kapasitas 50 GW Siap Digarap Tahun Ini

“PLTS Terapung Karangkates diharapkan memberikan manfaat besar bagi sistem energi maupun masyarakat sekitar."

"Dalam materi proyek dijelaskan, pembangkit ini berpotensi menyediakan listrik bagi sekitar 100.000 rumah tangga, serta menurunkan emisi karbon hingga 181.700 ton CO2 per tahun,” papar Ndaru. (*)

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Yaspen Martinus