- Home
- /
- New Economy
- /
- Energi
Dari 23 GW ke 107 GW, Peta Jalan PLN Indonesia Power Menuju Net Zero Emission 2060
Kredit Foto: Istimewa
Kapasitas pembangkit listrik Indonesia ditargetkan tumbuh hampir lima kali lipat dalam 35 tahun ke depan. PLN Indonesia Power memasang target dari 23 GW pada 2025 menjadi 107 GW pada 2060, sejalan dengan komitmen net zero emission yang dicanangkan pemerintah.
Untuk mencapai angka itu, perusahaan menyiapkan dua jalur sekaligus: membangun pembangkit baru berkarbon rendah hingga nol, dan mendekarbonisasi pembangkit yang sudah beroperasi.
"Transformasi ini dilakukan melalui dua inisiatif utama, yaitu pengembangan pembangkit baru dengan emisi rendah hingga nol karbon serta optimalisasi pembangkit eksisting agar lebih efisien dan rendah emisi," jelas Direktur Utama PLN IP Bernadus Sudarmanta dikutip dari ANTARA, Kamis (12/3/2026).
Untuk pembangkit lama, PLN IP menerapkan teknologi cofiring biomassa, pemanfaatan hidrogen dan biofuel, serta carbon capture, utilization, and storage (CCUS). Pendekatan bertahap ini dirancang agar sistem kelistrikan nasional tetap andal selama masa transisi berlangsung.
"Dengan pendekatan ini, transisi energi dapat dilakukan secara bertahap tanpa mengurangi keandalan sistem kelistrikan," sebut Bernadus.
Di sisi pembangkit baru, portofolio yang disiapkan mencakup PLTS, PLTA, PLTB, dan PLTP, dilengkapi battery energy storage system (BESS) untuk mendukung integrasi energi terbarukan ke jaringan nasional.
Seluruh rencana itu dituangkan dalam 268 proyek pembangkit yang masuk kerangka Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik 2025-2034. Total kapasitas tambahannya mencapai 30.276,2 MW, terdiri dari 255 proyek dalam alokasi RUPTL 2025 sebesar 28 GW, ditambah 13 proyek penugasan sebelumnya sebesar 2,2 GW.
"Melalui implementasi Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025-2034, perusahaan menyiapkan pengembangan 268 proyek pembangkit listrik dengan total kapasitas tambahan mencapai 30.276,2 MW yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia," ujar Bernadus.
Proyek-proyek ini disebar ke seluruh wilayah untuk menutup kesenjangan infrastruktur energi antardaerah.
PLN IP juga membuka pintu bagi mitra strategis dari dalam dan luar negeri untuk mempercepat realisasi proyek.
"Kami membuka peluang kerja sama yang luas dengan berbagai mitra strategis, baik dari dalam maupun luar negeri untuk mempercepat realisasi proyek-proyek pembangkit ini. Kolaborasi menjadi kunci untuk menghadirkan sistem kelistrikan yang andal, berkelanjutan, dan mampu mendukung pertumbuhan ekonomi nasional," jelasnya.
Komitmen itu dipertegas lewat pernyataan yang menempatkan PLN IP sebagai salah satu motor utama transisi energi Indonesia.
"PLN Indonesia Power berkomitmen untuk menjadi salah satu penggerak utama transisi energi nasional. Melalui pengembangan pembangkit baru yang semakin didominasi energi baru terbarukan serta upaya dekarbonisasi pembangkit eksisting, kami optimistis dapat mendukung target net zero emission Indonesia pada 2060," ujar Bernadus.
Baca Juga: PLN EPI Pastikan Pasokan Energi Primer Pembangkit Aman Jelang Lebaran
Rencana PLN IP ini hadir bersamaan dengan target pemerintah membangun PLTS 100 gigawatt yang diumumkan Presiden Prabowo Subianto di acara 1 Tahun Danantara sehari sebelumnya.
Dua agenda itu berjalan paralel dan mengarah pada tujuan yang sama: memutus ketergantungan Indonesia pada energi fosil sebelum 2060.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Amry Nur Hidayat