Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Novel Baswedan soal Penyiraman Air Keras Andrie Yunus: Ini Terencana karena Ada Kode Eksekusi dari Pelaku

Novel Baswedan soal Penyiraman Air Keras Andrie Yunus: Ini Terencana karena Ada Kode Eksekusi dari Pelaku Kredit Foto: Antara/Aditya Pradana Putra
Warta Ekonomi, Jakarta -

Mantan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan menilai serangan penyiraman air keras terhadap aktivis hak asasi manusia (HAM) Andrie Yunus adalah tindakan yang terencana.

Novel menilai berdasarkan analisis awal terhadap rekaman CCTV dan pola kejadian di lokasi, serangan tersebut diduga merupakan tindakan terencana yang dilakukan secara terorganisir.

Andrie Yunus juga dikenal sebagai Wakil Koordinator Bidang Eksternal di Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) selama ini aktif menyuarakan isu-isu hak asasi manusia dan kepentingan publik. 

"Penyiraman air keras yang diarahkan langsung ke wajah korban bukan sekadar tindak kekerasan biasa. Serangan tersebut dinilai berpotensi mengancam nyawa korban atau setidaknya menyebabkan cacat permanen," katanya.

Novel yang pernah menjadi korban penyiraman air keras menyebut cairan kimia berbahaya yang mengenai bagian wajah dapat menimbulkan dampak serius, termasuk gangguan pernapasan yang berisiko fatal.

Dugaan bahwa aksi tersebut dilakukan secara terorganisir juga diperkuat oleh temuan dari rekaman kamera pengawas di sekitar lokasi kejadian.

Analisis awal menunjukkan pelaku tidak hanya menggunakan satu kendaraan bermotor, tetapi diduga melibatkan lebih dari satu pihak yang berperan dalam penyerangan.

Selain itu, rekaman tersebut juga memperlihatkan adanya indikasi penggunaan tanda atau kode tertentu di lapangan yang diduga menjadi bagian dari koordinasi pelaku saat menjalankan aksinya.

Temuan tersebut memunculkan dugaan bahwa serangan terhadap Andrie Yunus berkaitan dengan aktivitas advokasinya sebagai pembela HAM, bukan persoalan pribadi.

Kasus ini pun menuai kecaman dari berbagai kalangan masyarakat sipil. Mereka mendesak aparat penegak hukum segera mengusut tuntas peristiwa tersebut dan mengungkap pihak yang diduga menjadi dalang di balik serangan terhadap aktivis tersebut.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Ferry Hidayat