200 Prajurit Amerika Serikat Jadi Korban Perang Lawan Iran
Kredit Foto: US Army Photo/Carrie David Campbell
Amerika Serikat (AS) mengumumkan bahwa jumlah tentaranya yang terluka semakin bertambah akibat perang dengan Iran. 200 orang setidaknya sudah menjadi korban menyusul konflik kedua negara yang kini memasuki pekan ketiga.
United States Central Command menyatakan bahwa sebagian besar korban mengalami luka ringan. 180 prajurit diantaranya telah kembali bertugas setelah mendapatkan perawatan. 13 tentara juga dilaporkan tewas sejak pihaknya meluncurkan serangan udara terhadap Iran.
Baca Juga: Diserang Amerika Serikat, Trump Ungkap Nasib Pemimpin Iran Mojtaba Khamenei
Jumlah korban ini bertambah jika dibandingkan dengan pekan lalu. 150 tentara sebelumnya dilaporkan menjadi korban perang dengan Iran. Hal tersebut menunjukkan meningkatnya risiko dari serangan balasan yang dilancarkan oleh Teheran.
Iran diketahui terus melancarkan serangan balasan terhadap Israel dan Amerika Serikat. Selain menargetkan instalasi militer, serangan mereka juga dilaporkan mengenai sejumlah fasilitas lain di Teluk Arab.
Beberapa serangan menghantam misi diplomatik, hotel, bandara, serta merusak infrastruktur energi dalam kawasan tersebut. Amerika Serikat di sisi lain menyatakan telah melakukan operasi besar-besaran terhadap berbagai target militer di Iran.
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump sebelumnya juga mengatakan bahwa pasukannya telah menyerang sejumlah lokasi militer penting di Kharg Island. Iamerupakan pusat ekspor sekitar sembilan puluh persen minyak dari Iran.
Adapun Iran dan Amerika Serikat belum terlihat menunjukkan gelagat akan mengakhiri perang keduanya di Timur Tengah. Oman dilaporkan beberapa kali mencoba membuka jalur komunikasi antara keduanya namun hal tersebut belum membuahkan hasil.
Gedung Putih menegaskan bahwa pihaknya belum tertarik untuk membuka negosiasi dengan Tehran. Sementara Iran juga menunjukkan sikap serupa. Situasi tersebut membuat konflik antara kedunya masih berpotensi berlanjut tanpa kepastian jalur diplomasi dalam waktu dekat.
Baca Juga: Kuba 'Masih' Aman, Trump Fokus Selesaikan Isu Amerika Serikat-Iran
Konflik Iran dan Amerika Serikat yang terus meningkat ini tidak hanya berdampak pada militer kedua negara, tetapi juga menimbulkan kekhawatiran terhadap stabilitas keamanan kawasan serta pasokan energi global.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Aldi Ginastiar
Tag Terkait: