Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Prabowo Dorong WFH, ASN Berpotensi Masuk Kantor 3 Hari dalam Seminggu

Prabowo Dorong WFH, ASN Berpotensi Masuk Kantor 3 Hari dalam Seminggu Kredit Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden
Warta Ekonomi, Jakarta -

Presiden Prabowo Subianto mendorong penerapan work from home (WFH) bagi pejabat negara, termasuk Aparatur Sipil Negara (ASN), sebagai langkah efisiensi BBM di tengah lonjakan harga energi akibat konflik Timur Tengah.

Menurutnya, dengan ASN bekerja dari rumah, penghematan BBM dapat dilakukan dalam jumlah besar mengingat banyaknya pegawai pemerintah di seluruh Indonesia.

Baca Juga: Tahan Defisit 3%, Purbaya Instruksikan K/L Siapkan Pemotongan Anggaran

"Bekerja dari rumah. Kita efisiensi. Berarti kita menghemat BBM dalam jumlah yang besar. Umpamanya ASN dan pejabat tidak usah ke kantor. Mengurangi macet dan melaksanakan penghematan BBM besar-besaran," ucapnya, dikutip Selasa (17/3).

Prabowo juga mempertimbangkan opsi pengaturan ulang hari kerja ASN yang saat ini masih lima hari dalam seminggu.

"Mengatur hari kerja pun dapat kita pertimbangkan. Dan langkah-langkah penghematan lainnya," jelasnya.

Di internal pemerintah, sejumlah gagasan mulai dibahas, seperti pengurangan hari kerja ASN, penguatan sistem, serta penyesuaian jam layanan publik agar tetap optimal. Salah satu opsi yang ramai diperbincangkan adalah skema kerja tiga hari dalam seminggu, yakni Senin, Rabu, dan Jumat.

Opsi perombakan jam kerja ASN ini dinilai paling logis untuk menghemat BBM tanpa mengorbankan pelayanan kepada masyarakat.

Baca Juga: Atasi Dampak Konflik Timur Tengah, Prabowo Kaji Pemotongan Gaji Menteri dan DPR

Sejumlah negara juga telah menerapkan WFH sebagai respons terhadap krisis energi akibat konflik Timur Tengah, salah satunya Pakistan.

"Jadi mereka menganggap ini sudah kritis jadi dikatakan critical measures. Seolah-olah bahwa ini bagi mereka adalah ini dulu seperti kita dulu COVID. Mereka melaksanakan work from home untuk semua kantor, pemerintah maupun swasta, 50% bekerja dari rumah. Kemudian hari kerja mereka potong jadi hanya empat hari," tandas Prabowo.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya