Kredit Foto: Azka Elfriza
Pemerintah memperkirakan mobilitas masyarakat selama periode mudik Lebaran 2026 mencapai 143,9 juta perjalanan berdasarkan survei Kementerian Perhubungan. Dari total tersebut, sebanyak 52% perjalanan didominasi penggunaan kendaraan pribadi, diikuti sepeda motor, sehingga berpotensi meningkatkan beban lalu lintas di jalur utama.
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono mengatakan tingginya angka mobilitas tersebut mencerminkan kuatnya tradisi mudik sekaligus kebutuhan perjalanan masyarakat yang tetap tinggi.
“Tahun ini berdasarkan survei Kementerian Perhubungan ada 143,9 juta perjalanan mudik menggunakan berbagai moda transportasi di darat, laut, udara. Dan dari jumlah itu, 52%-nya menggunakan kendaraan pribadi, diikuti dengan yang menggunakan roda dua,” ujarnya dalam acara pemberangkatan Mudik Gratis BUMN 2026 di Jakarta, Selasa (17/3/2026).
Ia menilai dominasi kendaraan pribadi menunjukkan tingginya permintaan terhadap infrastruktur jalan dan layanan transportasi darat yang berpotensi meningkatkan kepadatan lalu lintas, terutama di jalur utama menuju daerah tujuan mudik.
Menurut Agus, lonjakan mobilitas tersebut perlu diantisipasi melalui kesiapan sarana dan prasarana transportasi secara menyeluruh guna menjaga kelancaran arus perjalanan sekaligus meminimalkan gangguan terhadap aktivitas ekonomi.
“Artinya bisa dibayangkan akan terjadi lonjakan mobilitas masyarakat ke berbagai daerah. Oleh karena itu kita harus pastikan semua sarana dan prasarananya siap untuk menunjang perjalanan tadi,” katanya.
Baca Juga: PDIP Soroti Tradisi Mudik di Indonesia dan Perbandingannya dengan di China
Baca Juga: Mudik Lebaran Picu Lonjakan Permintaan BBM, Konsumsi Gasoline Diproyeksi Naik 12%
Pemerintah bersama Badan Usaha Milik Negara (BUMN) juga mengoptimalkan program Mudik Gratis 2026 sebagai salah satu upaya mengurangi penggunaan kendaraan pribadi.
Program tersebut mencakup perjalanan ke lebih dari 200 kota dan kabupaten dengan memanfaatkan tiga moda transportasi utama, yaitu bus, kereta api, dan kapal laut.
Upaya tersebut diharapkan dapat mendistribusikan pergerakan penumpang secara lebih merata serta mengurangi tekanan lalu lintas di jalur darat selama periode mudik Lebaran.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Azka Elfriza
Editor: Annisa Nurfitri