Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup stagnan di level Rp16.997 pada perdagangan Selasa (17/3/2026). Mata uang Garuda tidak berubah dari penutupan perdagangan sebelumnya pada Senin.
Pengamat mata uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan stagnasi rupiah dipengaruhi perdagangan jangka pendek pada pekan ini. Di mana terdapat libur panjang sejak 18-24 Maret 2026.
"Jadi kemungkinan besar harga rupiah ini juga masih akan berfluktuasi," kata Ibrahim kepada wartawan.
Faktor lain yang mempengaruhi stagnan rupiah dipicu oleh gangguan pengiriman di Selat Hormuz. Kondisi ini masih menjadi perhatian utama saat terjadi perang antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran.
"Memasuki minggu ketiga yang sampai saat ini belum ada satu kesepakatan pun gencatan senjata antara ketiga negara tersebut," imbuh dia.
Kondisi tersebut, kata Ibrahim membuat harga minyak mentah dunia dan dan brent mengalami kenaikan cukup signifikan yakni 33%. Sementara minyak mentah dunia mengalami kenaikan hingga 37%.
Sementara dari dalam negeri, tidak adanya perubahan rupiah pada perdagangan sore ini dikarenakan kondisi fiskal domestik di tengah upaya pemerintah dalam menjaga defisit APBN sebesar 3%. Meskipun sebelumnya para menteri ekonomi memperkirakan defisit bisa melebar di atas 3%.
"Tetapi rupanya pemerintah ya mengkaji ulang bagaimana cara depisit anggaran di bawah 3% dengan cara mengurangi beban-beban anggaran biaya-biaya yang tidak perlu dilakukan, salah satunya adalah MBG. Itu yang pertama," jelas dia.
Faktor selanjutnya dipengaruhi oleh Bank Indonesia yang mempertahankan suku bunga acuannya di 4,75%. Seiring dengan itu deposit facility itu pun juga masih tetap di 3,75% serta bunga lending masih 5,5%.
"Tugas dari Bank Indonesia mempertahankan suku bunga adalah guna untuk meredakan kondisi ekonomi kemudian implasi tetap stabil di 2% tahun 2026 dan guna untuk juga adalah memicu ya pertumbuhan ekonomi Indonesia di bulan-bulan berikutnya," pungkasnya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Dwi Aditya Putra
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: