Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Produk Perikanan RI Tarik Minat Importir AS di Hari Pertama SENA 2026

Produk Perikanan RI Tarik Minat Importir AS di Hari Pertama SENA 2026 Kredit Foto: DJKI
Warta Ekonomi, Jakarta -

Atase Perdagangan (Atdag) RI Washington D.C. Ranitya Kusumadewi mengungkapkan bahwa produk perikanan Indonesia menarik minat importir Amerika Serikat (AS) pada hari pertama pameran Seafood Expo North America (SENA) 2026, Minggu (15/3/2026).

Hal ini terlihat dari peserta Indonesia yang aktif menjajaki kerja sama bisnis dengan sejumlah importir dan distributor boga bahari di AS. 

Pameran SENA 2026 berlangsung pada 15–17 Maret 2026 di Boston Convention and Exhibition Center, Boston, AS. Selama tiga hari, Paviliun Indonesia mempromosikan produk perikanan nasional ke pasar global, khususnya Amerika Serikat.

“Para peserta pameran dari Indonesia memanfaatkan optimal hari pertama untuk menjajaki kerja sama bisnis (business meeting) dengan sejumlah importir dan distributor boga bahari di AS. Kami melihat adanya minat yang kuat terhadap produk perikanan Indonesia serta peluang kerja sama yang akan terus berkembang selama pameran berlangsung,” ujar Ranitya, dikutip dari siaran pers Kemendag, Kamis (19/3).

Penguatan jejaring bisnis juga dilakukan dengan berbagai pemangku kepentingan industri boga bahari global. Selain menjadwalkan berbagai pertemuan dengan importir dan pelaku industri boga bahari di AS, dijadwalkan pula sejumlah pertemuan dengan regulator dan asosiasi industri di AS, antara lain, National Fisheries Institute (NFI), National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA), serta Badan Keamanan Pangan AS (US Food and Drug Administration/FDA).

Baca Juga: Dongkrak Ekonomi Daerah, Kemenpar Siapkan Paket Wisata Selama Libur Lebaran 2026

Paviliun Indonesia pada SENA 2026 mengusung tema “Indonesia Seafood: Naturally Diverse, Safe, and Sustainable”. Tema tersebut mencerminkan komitmen Indonesia dalam menghadirkan produk boga bahari yang aman, berkualitas, serta diproduksi secara bertanggung jawab dengan memperhatikan prinsip keberlanjutan dan ketertelusuran.

Partisipasi Indonesia dalam Paviliun Nasional melibatkan sejumlah asosiasi dan perusahaan perikanan nasional, antara lain Asosiasi Perikanan Pole & Line dan Handline Indonesia (AP2HI), PT Intimas Surya, PT Sari Tuna Makmur, PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk, serta PT Benteng Laut Sejahtera (BLS).

Para peserta menampilkan berbagai produk boga bahari unggulan Indonesia seperti tuna segar dan beku, tuna loin, udang olahan, serta berbagai produk perikanan bernilai tambah lainnya yang telah dipasarkan ke berbagai negara tujuan ekspor.

Ranitya mengungkapkan, sejumlah perusahaan Indonesia juga telah menjajaki kerja sama dengan importir dan distributor boga bahari di AS pada hari pertama pameran. Diskusi awal terutama mencakup potensi kerja sama perdagangan untuk udang, tuna, serta produk perikanan bernilai tambah lainnya.

Duta Besar RI Indroyono menekankan pentingnya memperkuat kemitraan perdagangan antara Indonesia dan AS yang didasarkan pada prinsip keberlanjutan dan kepercayaan pasar. “Partisipasi Indonesia dalam pameran ini juga menjadi sarana untuk menunjukkan komitmen Indonesia terhadap praktik perikanan yang berkelanjutan, aman, dan dapat ditelusuri,” imbuhnya.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Fajarini Puntodewi dalam kesempatan terpisah menyampaikan, Kementerian Perdagangan terus berupaya memperluas akses pasar produk perikanan Indonesia di pasar global. Kementerian Perdagangan juga optimistis bahwa keikutsertaan Indonesia pada SENA 2026 tidak hanya meningkatkan transaksi dagang, tetapi juga memperkuat citra produk seafood Indonesia yang berkualitas dan kompetitif di pasar internasional.

Sementara itu, dalam sambutannya saat membuka Paviliun Indonesia, Bara menegaskan, partisipasi Indonesia dalam pameran boga bahari terbesar di kawasan Amerika Utara tersebut merupakan momentum penting untuk memperkuat promosi produk perikanan nasional. Ajang ini sekaligus menjadi peluang untuk meningkatkan kepercayaan pasar internasional terhadap boga bahari Indonesia. Ia menyebutkan, sebagai negara maritim dan kepulauan terbesar di dunia, Indonesia memiliki potensi besar dalam rantai pasok boga bahari global.

“Kehadiran Indonesia dalam SENA 2026 menjadi sangat penting untuk memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok boga bahari global. Saat ini, Indonesia merupakan salah satu pemasok utama udang dan tuna ke pasar Amerika Serikat dan menempati peringkat ketiga di antara negara pengekspor boga bahari ke negara tersebut,” ujar Bara.

Baca Juga: Cerita Ibu Wulan, Nasabah PNM Mekaar yang Berjualan Daun Jeruk hingga Mampu Bangun Rumah dan Sekolahkan Anak

Salah satu peserta pameran adalah BLS yang juga merupakan anggota AP2HI. Perwakilan BLS, Alexander Sarumaha, menyebut, SENA 2026 menjadi platform penting untuk memperluas akses pasar tuna Indonesia di tingkat global. “Sebagai anggota AP2HI, BLS berkomitmen untuk bekerja sama dengan nelayan skala kecil Indonesia dan membawa tuna hasil tangkapan bertanggung jawab dari perikanan perorangan ke perdagangan makanan laut global, mendukung perikanan berkelanjutan, dan meningkatkan mata pencaharian masyarakat pesisir,” ujar Alexander.

Pada 2025, nilai ekspor produk perikanan Indonesia ke AS tercatat sebesar USD 1,17 miliar. Komoditas ekspor utama produk perikanan, antara lain, udang, tuna beku, filet beku, tilapia, dan moluska.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya