Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Kadin: WFH Tak Bisa Diterapkan di Semua Sektor

Kadin: WFH Tak Bisa Diterapkan di Semua Sektor Kredit Foto: Azka Elfriza
Warta Ekonomi, Jakarta -

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Anindya Novyan Bakrie mengatakan bahwa rencana penerapan work from home (WFH) satu hari dalam sepekan untuk menekan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) tidak dapat diterapkan secara merata di seluruh sektor ekonomi.

Ia menjelaskan, kebijakan tersebut perlu dikaji lebih jauh agar tidak mengganggu produktivitas industri. Pasalnya, fleksibilitas penerapan WFH lebih memungkinkan di sektor jasa, sementara sektor manufaktur membutuhkan pertimbangan khusus karena karakteristik operasionalnya yang berbeda.

“Tentu kita mesti kaji, karena beberapa sektor seperti disampaikan tadi ada yang tentu masuk akal terutama di service industry. Tapi di bidang manufaktur tentunya itu mesti dikaji. Karena kita juga ingin meningkatkan produktivitas dan itu butuh untuk kompetisi, di ASEAN ini juga banyak kompetisi kan,” ujarnya dalam acara Open House Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto di Widya Candra III, Jakarta Selatan pada Sabtu (21/3/2026).

Menurutnya, sektor manufaktur memiliki ketergantungan tinggi pada kehadiran fisik tenaga kerja dan kesinambungan proses produksi. Maka dari itu, penerapan WFH secara umum dinilai berpotensi mengganggu kinerja operasional jika tidak disesuaikan dengan kebutuhan.

Tujuan kebijakan efisiensi, kata Anindya, harus tetap sejalan dengan upaya menjaga produktivitas nasional.

“Tapi yang penting fokusnya ialah bagaimana melakukan efisiensi tanpa menghilangkan produktivitas. Memang biasanya itu menggunakan teknologi,” jelasnya.

Baca Juga: Waspada Krisis Global, Kadin Dorong Kemandirian dan Efisiensi Energi Dunia Usaha

Sebelumnya, Airlangga mengungkapkan bahwa pemerintah tengah menyiapkan kebijakan fleksibilitas kerja WFH sebagai langkah efisiensi BBM.

“Dengan tingginya harga minyak, perlu efisiensi waktu kerja. Salah satunya dengan membuka fleksibilitas WFH satu hari dalam lima hari kerja,” ujar Airlangga saat ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (19/3/2026).

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Azka Elfriza
Editor: Amry Nur Hidayat