Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Saudi Aramco Ubah Skema Pengapalan Minyak untuk April 2026

Saudi Aramco Ubah Skema Pengapalan Minyak untuk April 2026 Kredit Foto: Aramco
Warta Ekonomi, Jakarta -

Raksasa migas global, Saudi Aramco, melakukan penyesuaian logistik besar-besaran untuk pengapalan minyak mentah periode April 2026. Perusahaan negara Arab Saudi tersebut menginstruksikan para pembeli untuk membatasi pengambilan jenis minyak mentah di Terminal Yanbu hanya untuk jenis Arab Light.

Mengutip laporan Reuters, Selasa (24/3), kebijakan ini merupakan dampak langsung dari adanya pekerjaan pemeliharaan pada infrastruktur pipa Timur-Barat (East-West Pipeline) milik kerajaan tersebut. Jalur pipa ini merupakan urat nadi yang mengalirkan minyak dari ladang-ladang di wilayah Timur menuju gerbang ekspor di Laut Merah (Barat).

"Langkah ini kemungkinan besar disebabkan oleh pekerjaan pemeliharaan pada infrastruktur pipa yang menghubungkan ladang minyak di timur ke terminal ekspor di barat," tulis laporan Reuters mengutip sumber pedagang.

Pengalihan ke Teluk Arab

Bagi para pembeli yang secara reguler memuat jenis Arab Medium dan Arab Heavy dari pesisir barat, Aramco telah mengalihkan titik pengambilannya kembali ke terminal di wilayah Teluk Arab (Pesisir Timur).

Meskipun terdapat perubahan titik muat yang berpotensi mempengaruhi biaya logistik dan waktu tempuh tanker—terutama bagi tujuan Eropa dan Amerika Serikat—Aramco memastikan keamanan pasokan tetap terjaga.

"Meskipun ada perubahan lokasi pemuatan, Saudi Aramco tetap memasok volume minyak mentah secara penuh sesuai kontrak kepada setidaknya lima pembeli di Asia untuk bulan April," tambah laporan tersebut.

Baca Juga: TNI Tekan Konsumsi BBM, Hari Kerja Dipangkas Jadi 4 Hari

Sentimen Harga

Di sisi lain, kebijakan operasional ini bertepatan dengan keputusan Aramco untuk tidak mengubah Harga Jual Resmi (Official Selling Price/OSP) untuk pasar Asia pada periode April. Langkah ini dipandang sebagai upaya menjaga stabilitas pasar di tengah kebijakan pemangkasan produksi sukarela yang dilakukan oleh aliansi OPEC+.

Pipa Timur-Barat Arab Saudi sendiri memiliki kapasitas sekitar 5 juta barel per hari (bph). Fasilitas ini sangat strategis karena memungkinkan ekspor minyak mentah Arab Saudi menghindari risiko gangguan keamanan di Selat Hormuz. (IT)

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Istihanah

Tag Terkait: