- Home
- /
- New Economy
- /
- Energi
Aramco Wanti-Wanti Krisis Pasokan BBM Dunia, Pemulihan Pasar Energi Bisa Molor hingga 2027
Kredit Foto: Saudi Aramco
Saudi Aramco memperingatkan pasar energi global berpotensi menghadapi ketidakseimbangan berkepanjangan akibat terganggunya distribusi minyak melalui Selat Hormuz. Kondisi tersebut dinilai dapat menunda pemulihan pasokan dan stabilisasi harga energi dunia hingga 2027.
Chief Executive Officer Saudi Aramco Amin Nasser mengatakan gangguan jalur ekspor minyak di kawasan Teluk telah memangkas distribusi minyak global secara signifikan dan memicu tekanan baru terhadap pasar energi internasional.
“Semakin lama gangguan pasokan berlangsung, bahkan hanya beberapa minggu tambahan, maka semakin lama pula pasar membutuhkan waktu untuk kembali stabil,” ujar Nasser dalam paparan kinerja kuartal I 2026, mengutip Reuters, Senin (12/5/2026).
Menurut dia, pasar minyak saat ini kehilangan sekitar 100 juta barel per pekan akibat terganggunya arus pengiriman di Selat Hormuz. Jumlah kapal tanker yang melintas juga turun drastis menjadi hanya dua hingga lima kapal per hari dari kondisi normal sekitar 70 kapal per hari.
Nasser menyebut apabila gangguan distribusi terus berlangsung hingga pertengahan Juni, proses penyeimbangan pasar energi global dapat tertunda hingga 2027. Bahkan jika jalur pelayaran kembali dibuka dalam waktu dekat, pasar tetap membutuhkan waktu berbulan-bulan untuk memulihkan rantai distribusi dan pasokan.
Baca Juga: Pemerintah Setujui Insentif Kendaraan Listrik, Jadi Senjata Baru Tekan Impor BBM
Baca Juga: Stop Impor BBM, Prabowo Pastikan Indonesia Segera Swasembada Energi
Gangguan di Selat Hormuz dinilai menjadi salah satu tekanan terbesar terhadap pasar energi global dalam beberapa dekade terakhir. Jalur tersebut merupakan rute utama pengiriman minyak mentah dunia, termasuk ekspor dari negara-negara Teluk.
Kondisi itu juga memicu lonjakan harga energi dan meningkatkan kekhawatiran terhadap inflasi global serta perlambatan ekonomi di sejumlah negara importir minyak.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: