Kredit Foto: AAJI
Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mencatat perolehan premi industri asuransi jiwa sepanjang Januari–Desember 2025 turun tipis 1,8% secara tahunan (year on year/YoY) menjadi Rp181,27 triliun dibandingkan tahun sebelumnya.
Ketua Dewan Pengurus AAJI, Albertus Wiroyo Karsono, mengatakan kinerja industri secara keseluruhan masih menunjukkan stabilitas meskipun terdapat tekanan pada sisi premi.
“Sepanjang tahun 2025, kami melihat industri asuransi jiwa menunjukkan stabilitas bisnisnya,” ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (25/3/2026).
Secara total, pendapatan industri asuransi jiwa tercatat sebesar Rp238,71 triliun atau tumbuh 9,3% YoY dibandingkan Rp218,49 triliun pada periode sebelumnya. Pendapatan tersebut berasal dari premi sebesar Rp181,27 triliun dan hasil investasi Rp47,32 triliun.
Meski demikian, nilai premi mengalami penurunan 1,8% YoY. Penurunan juga terjadi pada premi disetahunkan (weighted premium) yang turun 1,2% menjadi Rp111,56 triliun. Indikator ini mencerminkan kinerja bisnis berjalan karena hanya menghitung porsi premi sesuai periode perlindungan.
Berdasarkan tipe pembayaran, premi tunggal masih mendominasi dengan nilai Rp77,45 triliun, meski turun 2,8% dari tahun sebelumnya. Sementara itu, premi reguler tahun pertama tercatat Rp30,05 triliun dan premi reguler lanjutan mencapai Rp73,76 triliun, turun 4,3% secara tahunan.
Albertus menjelaskan penurunan premi lanjutan dipengaruhi banyaknya polis yang telah mencapai akhir masa kontrak.
Baca Juga: Klaim Asuransi Jiwa Turun 7,8% di 2025, AAJI Ungkap Penyebabnya
Baca Juga: Industri Asuransi Hadapi Tantangan di Tengah Target Pertumbuhan 7%
Baca Juga: OJK Waspadai Dampak Ketegangan Geopolitik Global terhadap Risiko Industri Asuransi Umum
“Kenapa ada penurunan dari premi lanjutan ini? Salah satu utamanya adalah banyak sekali polis yang habis kontrak,” ujarnya.
Dari sisi produk, premi tradisional masih mendominasi dengan nilai Rp113,03 triliun. Adapun produk unit-linked mencatatkan penurunan 8,2% menjadi Rp68,24 triliun.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Azka Elfriza
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: