Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Industri Asuransi Jiwa Tetap Pertahankan Strategi Jangka Panjang di Tengah Kenaikan BI Rate

Industri Asuransi Jiwa Tetap Pertahankan Strategi Jangka Panjang di Tengah Kenaikan BI Rate Kredit Foto: Azka Elfriza
Warta Ekonomi, Jakarta -

Kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate) ke level 5,25% tidak serta-merta mengubah arah investasi industri asuransi jiwa. Meski instrumen jangka pendek kian menarik, industri tetap berpegang pada prinsip kehati-hatian demi menjaga stabilitas jangka panjang.

Ketua Bidang Kerja Sama AAJI Handojo G. Kusuma mengatakan kenaikan BI Rate memang mendongkrak daya tarik instrumen likuiditas jangka pendek. Namun, ia menegaskan industri tidak bisa sekadar mengejar keuntungan jangka pendek karena pengelolaan aset dan liabilitas (asset liability management) tetap menjadi tulang punggung bisnis asuransi jiwa.

"Kita harus ingat kembali bahwa industri masih membutuhkan strategi jangka panjang untuk bisa membuat industri ini secara finansial kuat ke depan, terutama dalam menjaga asset liability metric,” ujar Handojo dalam Konferensi Pers Laporan Kinerja Industri Asuransi Jiwa Periode Januari–Maret 2026, Selasa (2/6/2026).

Baca Juga: Produk Unit Link Laris Manis di Tengah Penurunan Premi Asuransi Tradisional

Baca Juga: Inflasi Medis dan Kurs Dorong Klaim Asuransi Jiwa Membesar

Menurutnya, pengelolaan aset dan liabilitas menjadi aspek penting dalam bisnis asuransi jiwa. Maka dari itu, perubahan kondisi pasar akibat kenaikan BI Rate tidak secara otomatis mengubah arah investasi pasar secara drastis.

Pada kuartal I-2026, AAJI membukukan total investasi tumbuh 5,7% menjadi Rp571,70 triliun, yang menjadi cerminan bahwa secara fundamental industri tetap memiliki fondasi keuangan yang solid. Dari sisi portofolio, Surat Berharga Negara (SBN) masih dominan dengan kenaikan 15,8% menjadi Rp248,03 triliun, mencerminkan preferensi industri terhadap instrumen stabil dan berjangka panjang.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Azka Elfriza
Editor: Annisa Nurfitri