- Home
- /
- Kabar Finansial
- /
- Bursa
Alfamart (AMRT) Raih Pendapatan Rp126,73 Triliun di 2025, Laba Naik 8,34%
Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Kinerja PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) sepanjang 2025 menunjukkan tren positif yang konsisten. Emiten pengelola jaringan ritel Alfamart ini berhasil membukukan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp3,41 triliun.
Pencapaian tersebut meningkat 8,34% dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp3,14 triliun. Sejalan dengan itu, laba per saham dasar ikut naik menjadi Rp82,16 dari Rp75,81.
Pertumbuhan laba ini ditopang oleh peningkatan pendapatan yang solid. Sepanjang 2025, AMRT mencatatkan pendapatan bersih sebesar Rp126,73 triliun, naik 7,19% dari Rp118,22 triliun pada 2024.
Kenaikan tersebut didorong oleh pertumbuhan dua segmen utama, yakni makanan dan non-makanan. Segmen makanan menyumbang Rp89,62 triliun, meningkat dari Rp83,28 triliun, sementara segmen non-makanan tumbuh menjadi Rp37,10 triliun dari Rp34,94 triliun.
Dari sisi wilayah, kontribusi terbesar datang dari luar Pulau Jawa dengan pendapatan mencapai Rp49,64 triliun. Disusul wilayah Jawa di luar Jabodetabek sebesar Rp46,69 triliun, serta Jabodetabek sebesar Rp33,97 triliun.
Di tengah peningkatan pendapatan, beban pokok juga mengalami kenaikan menjadi Rp98,98 triliun dari Rp92,86 triliun. Meski begitu, AMRT tetap mampu membukukan laba bruto sebesar Rp27,75 triliun, meningkat dari Rp25,36 triliun.
Dari sisi operasional, beban penjualan dan distribusi tercatat Rp21,96 triliun dari Rp20,2 triliun, sementara beban umum dan administrasi naik menjadi Rp2,43 triliun dari Rp2,17 triliun.
Pendapatan lainnya juga meningkat menjadi Rp1,33 triliun, dengan beban lainnya turun tipis Rp126,25 miliar dari Rp126,98 miliar. Alhasil, laba usaha AMRT tumbuh menjadi Rp4,56 triliun, dari sebelumnya Rp4,07 triliun.
Baca Juga: Penjualan Alfamidi (MIDI) Tembus Rp20,64 Triliun di 2025, Laba Melonjak 45%
Baca Juga: Pendapatan dan Laba Emiten Sawit CSRA Tumbuh Double Digit pada 2025
Di sisi neraca, total aset AMRT per akhir 2025 tercatat Rp42,57 triliun, meningkat dari Rp38,79 triliun. Liabilitas bengkak menjadi Rp23,19 triliun dari Rp21,10 triliun, sementara ekuitas menguat menjadi Rp19,38 triliun dari Rp17,69 triliun.
Dengan kinerja yang solid di berbagai lini, AMRT menunjukkan daya tahan bisnis ritel modern di tengah dinamika ekonomi, sekaligus memperkuat posisinya sebagai salah satu pemain utama di industri ritel nasional.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri