- Home
- /
- New Economy
- /
- Energi
Update RKAB 2026: ESDM Setujui 580 Juta Ton Batu Bara dan 150 Juta Ton Nikel
Kredit Foto: Unsplash/Vladimir Patkachakov
Bahlil menekankan, pengaturan volume produksi sangat krusial untuk melindungi nilai komoditas, agar tidak anjlok akibat kelebihan pasokan di pasar internasional.
"Jangan kebutuhan industrinya, contoh 300, kita mengeluarkan RKAB di atas 300 atau 400, itu nanti harganya jatuh, dan saya tidak mau saudara-saudara kita yang pengusaha tambang dihargai dengan harga yang rendah," tegasnya.
Baca Juga: Bahlil Tegaskan Pajak Ekspor Batu Bara Belum Berlaku per 1 April 2026
Kebijakan ini diharapkan menciptakan keseimbangan yang saling menguntungkan bagi pendapatan negara melalui royalti, keberlangsungan usaha para penambang, serta dampak ekonomi positif bagi masyarakat yang terlibat di sektor tersebut.
"Kalau itu bagus negara dapat royaltinya, bagus pengusahanya, juga bagus kemudian rakyat yang ikut bekerja juga bisa mendapatkan dampak yang baik," tutur Bahlil. (*)
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Yaspen Martinus