Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Pemprov DKI Pastikan Perangkat Pengendalian Banjir Berfungsi Optimal

Pemprov DKI Pastikan Perangkat Pengendalian Banjir Berfungsi Optimal Kredit Foto: Antara/Makna Zaezar
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui Dinas Sumber Daya Air (SDA) menegaskan seluruh perangkat pengendalian banjir dalam kondisi siaga penuh dan siap berfungsi optimal, khususnya dalam menghadapi hujan berintensitas tinggi.

Langkah antisipasi yang ditempuh meliputi optimalisasi infrastruktur pengendali banjir melalui penyiagaan pompa, penerapan sistem polder, serta pemeliharaan badan air agar tetap berfungsi optimal.

“Kami memastikan seluruh perangkat pengendalian banjir dapat berfungsi optimal, baik sebelum, saat, maupun setelah terjadi hujan intensitas tinggi. Mitigasi banjir adalah kerja kolaboratif yang membutuhkan kecepatan, ketepatan, dan kesiapan infrastruktur,” ujar Kepala Dinas Sumber Daya Air Provinsi DKI Jakarta, Ika Agustin Ningrum, dikutip dari siaran pers Pemprov DKI, Sabtu (28/3).

Penyiagaan Pompa Banjir

Penyiagaan sarana dan prasarana pengendali banjir terus dilakukan, meliputi pompa stasioner, pompa mobile, hingga pintu air agar dapat bekerja maksimal, baik pada fase prabanjir maupun saat penanganan banjir berlangsung.

Berdasarkan data hingga 13 Maret 2026, terdapat 668 unit pompa stasioner yang tersebar di 243 lokasi. Selain itu, tersedia 537 unit pompa mobile yang tersebar di lima wilayah administrasi Jakarta. Pompa mobile difungsikan untuk menjangkau titik genangan yang tidak dapat dilayani pompa stasioner.

Percepatan Pengerukan

Untuk mengoptimalkan kapasitas drainase, Dinas SDA juga mempercepat pengerukan pada berbagai infrastruktur pengendali banjir, seperti sungai, kali, serta waduk, situ, dan embung. Hingga 13 Maret 2026, volume pengerukan di lima wilayah kota administrasi telah mencapai 123.393 meter kubik. Kegiatan ini dimulai sejak 2 Januari 2026 dan akan terus diperluas ke berbagai badan air lainnya guna meningkatkan daya tampung.

Sepanjang 2025, total volume pengerukan tercatat mencapai 919.173 meter kubik. Dalam mendukung kegiatan ini, Dinas SDA mengerahkan 260 unit excavator dan 465 unit dump truck.

Baca Juga: Bali Dibanjiri 807 Ribu Wisatawan saat Lebaran, Menpar Apresiasi Layanan Prima

Baca Juga: Dexa Medica Salurkan Bantuan bagi Korban Banjir Aceh

Penyiagaan Satgas SDA

Dinas SDA juga menyiagakan Satuan Tugas (Satgas) atau Pasukan Biru yang siap bergerak saat terjadi banjir. Mereka bertugas mendukung operasional pompa serta memastikan genangan dapat ditangani dengan cepat. Selain itu, Pasukan Biru secara rutin melakukan pemantauan lapangan untuk menjaga kondisi tetap terkendali.

Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi genangan. Dalam kondisi darurat, warga dapat mengakses aplikasi JAKI atau menghubungi layanan 112. 

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya