Rumah Panggung di Bekasi Bantu Hadapi Banjir Musiman, Warga Pondok Gede Permai Nantikan Program Tuntas Menyeluruh
Kredit Foto: Rahmat Saepulloh
Genangan air yang kerap datang setiap musim hujan telah menjadi tantangan berulang bagi warga Kota Bekasi, khususnya di kawasan Pondok Gede Permai. Bagi sebagian warga, kondisi ini bukan lagi sekadar gangguan musiman, melainkan persoalan yang memengaruhi kenyamanan dan rasa aman dalam beraktivitas sehari-hari.
Di tengah situasi tersebut, sebagian warga mulai merasakan manfaat dari pembangunan rumah panggung sebagai salah satu bentuk adaptasi terhadap banjir. Meski demikian, masih ada warga lain yang menanti giliran untuk mendapatkan dukungan serupa.
“Kalau air naik, kami hanya bisa pasrah. Barang-barang rusak, tidur pun tidak tenang,” ujar Nani (35), warga terdampak banjir, menggambarkan kondisi yang terus berulang hampir setiap tahun, Rabu (6/5/2026).
Anggota Komisi IV DPRD Jawa Barat, M Faizin, mengatakan program rumah panggung perlu dilanjutkan agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh warga terdampak banjir. Menurut dia, hingga saat ini masih ada sekitar 80 warga yang belum memperoleh bantuan tersebut.
Pada 2026, sebanyak 10 unit rumah panggung telah dibangun. Sementara pada tahun sebelumnya, jumlah pembangunan tercatat sekitar 8 unit. Jumlah tersebut dinilai masih perlu ditingkatkan agar dapat menjangkau lebih banyak warga di kawasan rawan banjir.
“Kami berharap program ini bisa terus dikembangkan agar seluruh warga terdampak banjir dapat merasakan solusi yang sama. Sehingga dampak banjir bisa diminimalisir secara signifikan,” ujar Faizin.
Bagi warga yang telah menempati rumah panggung, manfaatnya mulai dirasakan. Saat genangan datang, mereka tidak lagi terburu-buru memindahkan barang ke tempat yang lebih tinggi. Struktur rumah yang ditinggikan membuat air hanya menggenangi bagian bawah, sementara aktivitas di dalam rumah tetap dapat berlangsung.
Konsep rumah panggung dirancang sebagai hunian yang adaptif terhadap kondisi banjir. Dengan anggaran sekitar Rp125 juta per unit, bangunan ini menggunakan material beton pracetak berstandar nasional (SNI) yang dirancang kokoh dan layak huni. Area bawah rumah yang terbuka juga dapat dimanfaatkan sebagai ruang tambahan sesuai kebutuhan warga.
Meski begitu, masih ada warga yang berharap program ini dapat diperluas agar manfaatnya dirasakan lebih merata. “Yang sudah dapat rumah panggung sekarang lebih tenang. Kami juga ingin merasakan hal yang sama,” kata Doni (40), warga lainnya.
Baca Juga: PDG Akuisisi Lahan di GIIC Bekasi untuk Kampus Pusat Data Hyperscale JC4, Target Kapasitas 240 MW
Dengan proses pembangunan yang relatif cepat, struktur utama rumah dapat dipasang dalam dua hari dan keseluruhan pembangunan selesai dalam sekitar empat bulan. Skema ini dinilai menjadi salah satu pendekatan yang dapat terus dikembangkan untuk mendukung masyarakat di wilayah rawan banjir.
Bagi warga Pondok Gede Permai, harapannya sederhana: memiliki hunian yang lebih aman dan nyaman, sehingga tetap dapat menjalani aktivitas dengan tenang saat musim hujan tiba.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Rahmat Saepulloh
Editor: Amry Nur Hidayat
Tag Terkait: