Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Donald Trump: 'Kuba Akan Jadi Target Berikutnya'

Donald Trump: 'Kuba Akan Jadi Target Berikutnya' Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengancam kalau Kuba akan menjadi target berikutnya setelah operasi militer di Venezuela dan Iran.

Ancaman tersebut dilontarkannya saat berpidato dalam konferensi Future Investment Initiative di Miami, Florida.

"Ngomong-ngomong, Kuba akan menjadi yang berikutnya, tetapi anggap saja saya tidak mengatakan itu. Tolong, tolong, tolong media, abaikan pernyataan itu. Terima kasih banyak. Kuba akan menjadi yang berikutnya," kata Trump.

Komentar itu muncul setelah rangkaian langkah agresif AS di kawasan, termasuk intervensi militer di Venezuela pada awal Januari yang berujung pada penculikan terhadap Presiden Nicolas Maduro dan istrinya, serta terakhir operasi militer bersama Israel terhadap Iran yang masih berlangsung hingga kini.

Sejumlah laporan media internasional menyebutkan pernyataan Trump juga disertai sinyal tekanan terhadap Kuba, baik melalui opsi militer maupun diplomasi.

Meski tidak merinci rencana konkret, Trump menilai pemerintah Kuba berada di ambang keruntuhan akibat krisis ekonomi yang semakin dalam.

Di sisi lain, pemerintah AS dilaporkan tengah membuka jalur komunikasi dengan pihak Kuba guna menghindari konfrontasi langsung. Presiden Kuba Miguel Díaz-Canel mengonfirmasi bahwa pembicaraan dengan Washington sedang berlangsung, terutama terkait krisis energi dan ekonomi yang melanda negara tersebut.

Kuba saat ini menghadapi tekanan berat akibat kekurangan bahan bakar dan listrik, yang diperparah oleh terhentinya pasokan minyak dari Venezuela pasca intervensi AS. Kondisi ini memicu krisis kemanusiaan yang semakin memburuk di negara Karibia tersebut.

Sebelumnya, Trump juga sempat menyatakan bahwa Kuba akan segera runtuh, namun menegaskan fokus utama pemerintahannya saat ini masih tertuju pada konflik dengan Iran.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Ferry Hidayat

Tag Terkait: