Kredit Foto: MBMA
PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) telah merealisasikan pembelian kembali (buyback) saham senilai Rp237,62 miliar hingga berakhirnya periode buyback pada 16 Juni 2026. Dana tersebut digunakan untuk membeli kembali 492,68 juta saham di tengah kondisi pasar yang berfluktuasi signifikan.
Berdasarkan keterbukaan informasi kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI), MBMA sebelumnya mengalokasikan dana maksimal Rp1,7 triliun untuk program buyback saham yang berlangsung sejak 17 Maret hingga 16 Juni 2026. Program tersebut memungkinkan Perseroan membeli kembali hingga 1,8 miliar saham.
Sampai berakhirnya periode pelaksanaan buyback, Perseroan tercatat telah membeli kembali sebanyak 492.683.100 saham dengan total dana yang digunakan sebesar Rp237.616.994.328, termasuk biaya transaksi dan biaya lainnya.
Dengan demikian, realisasi dana buyback mencapai sekitar 13,98% dari total alokasi maksimum Rp1,7 triliun yang sebelumnya disiapkan Perseroan. Sementara dari sisi volume, jumlah saham yang telah dibeli kembali setara sekitar 27,4% dari target maksimum 1,8 miliar saham.
MBMA menyampaikan bahwa periode pelaksanaan pembelian kembali saham dalam kondisi pasar yang berfluktuasi secara signifikan resmi berakhir pada 16 Juni 2026.
Baca Juga: Saham Tertekan dan Turun 21 Persen, GOTO Siapkan Buyback Jumbo Rp 3,5 Triliun
Baca Juga: BCA Lanjutkan Buyback Saham, Siapkan Dana Hingga Rp5 Triliun
Perseroan juga menegaskan tidak terdapat dampak material terhadap kegiatan operasional, aspek hukum, kondisi keuangan, maupun kelangsungan usaha akibat berakhirnya program buyback tersebut.
Sebagai informasi, buyback tersebut diumumkan MBMA pada Maret 2026 ketika pasar mengalami volatilitas tinggi. Perseroan menyiapkan dana maksimal Rp1,7 triliun untuk menjaga fleksibilitas dalam pelaksanaan pembelian kembali saham selama periode tiga bulan.
MBMA merupakan perusahaan induk yang membawahi grup usaha pertambangan nikel dan mineral lainnya yang terintegrasi secara vertikal, mulai dari kegiatan pertambangan hingga pengolahan.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: