Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Pasar Kripto Bangkit, Indokripto (COIN) Catat Kinerja Solid Sepanjang 2025

Pasar Kripto Bangkit, Indokripto (COIN) Catat Kinerja Solid Sepanjang 2025 Kredit Foto: Indokripto
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN) menutup tahun buku 2025 dengan kinerja keuangan yang positif, seiring pemulihan pasar aset kripto. Sebagai emiten ekosistem perdagangan kripto pertama di Bursa Efek Indonesia (BEI), COIN berhasil mencatatkan pertumbuhan pendapatan dan laba yang solid. 

Pendapatan Perseroan melonjak menjadi Rp284,75 miliar pada 2025, atau meningkat 181,12% dibandingkan tahun sebelumnya.

Lonjakan ini terutama ditopang oleh kinerja segmen perdagangan derivatif yang tumbuh signifikan. Pendapatan dari segmen ini melejit 7.623% secara tahunan menjadi Rp60,17 miliar dan berkontribusi sebesar 21,13% terhadap total pendapatan.

Seiring dengan peningkatan pendapatan, EBITDA COIN juga ikut terdongkrak menjadi Rp131,05 miliar atau naik 156,29% secara tahunan. Kinerja tersebut kemudian mendorong laba bersih Perseroan tumbuh 14% menjadi Rp49,10 miliar dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Direktur Utama COIN, Ade Wahyu, menyampaikan bahwa sepanjang 2025 industri aset kripto berada dalam kondisi yang cukup kondusif. Tren pasar yang positif mendorong peningkatan volume transaksi, yang pada akhirnya berdampak langsung terhadap kinerja fundamental Perseroan. 

"Tren pasar aset kripto di tahun 2025 memberikan dampak positif terhadap kinerja kedua anak perusahaan kami, yakni Bursa Kripto PT Central Finansial X (CFX) dan Lembaga Kustodian PT Kustodian Koin Indonesia (ICC). Jumlah konsumen yang terus bertambah, serta adopsi yang semakin positif, khususnya pada produk derivatif di Bursa Kripto CFX, menjadi kontributor utama bagi pertumbuhan kinerja Perseroan," ujar Ade.

Dari sisi neraca, COIN juga menunjukkan perbaikan yang signifikan. Liabilitas berhasil ditekan menjadi Rp53,71 miliar dari sebelumnya Rp234,99 miliar pada akhir 2024. Sementara itu, total aset meningkat sekitar 5% menjadi Rp1,602 triliun, didorong oleh aktivitas operasional yang stabil dan kuatnya transaksi di segmen derivatif.

Baca Juga: Investor Kakap Amerika Serikat Bilang Stablecoin Akan Jadi Sistem Pembayaran Global, Ini Alasannya

Baca Juga: Bagaimana Cara Beli Bitcoin Secara Aman? Ini Tips dan Panduannya

Memasuki 2026, manajemen memproyeksikan kondisi pasar akan lebih dinamis akibat ketidakpastian ekonomi makro dan sentimen geopolitik.

Namun demikian, kondisi tersebut justru dinilai membuka peluang bagi segmen derivatif untuk terus tumbuh, mengingat produk ini dapat dimanfaatkan sebagai instrumen lindung nilai (hedging) di tengah volatilitas pasar.

“Kami juga akan terus memperkuat portofolio usaha dan berupaya menangkap peluang baru untuk menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan. Perseroan juga berkomitmen untuk selalu mendukung kegiatan operasional kedua anak usahanya, yakni Bursa Kripto CFX dan Lembaga Kustodian ICC, agar tetap mengedepankan transparansi, inovasi, dan berpegang pada prinsip tata kelola perusahaan yang baik,” tutup Ade. 

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri

Advertisement