Komitmen pada DEI, Generali Dorong Pemberdayaan dan Peran Strategis Perempuan di Dunia Kerja
Kredit Foto: WE
Secara global, data menunjukkan bahwa meski komposisi perempuan sebesar 42% dari total tenaga kerja dunia, keterwakilannya di posisi strategis masih terbatas dengan hanya 31,7% yang menempati peran kepemimpinan senior dan hanya 6% perusahaan global yang dipimpin oleh CEO perempuan.
Di Indonesia sendiri, khususnya di industri asuransi jiwa, tenaga kerja perempuan menempati 52% dari total tenaga kerja, namun hanya 45% posisi manajerial dan 39% posisi kepemimpinan senior.
Menariknya, data menunjukkan bahwa mayoritas karyawan menilai bahwa pemimpin perempuan membawa
dampak positif terhadap budaya kerja, melalui empati yang lebih kuat dan gaya kepemimpinan yang lebih
inklusif
Fakta - fakta ini menegaskan pentingnya upaya berkelanjutan untuk mendorong pemberdayaan dan peran perempuan dalam dunia kerja guna menciptakan dampak positif yang berkelanjutan.
Sejalan dengan komitmen nilai-nilai keberagaman (diversity), kesetaraan (equity) dan inklusi (inclusion) atau DEI, sekaligus merayakan Hari Perempuan Internasional beberapa waktu yang lalu, PT Asuransi Jiwa Generali Indonesia (“Generali Indonesia”) menggelar talkshow dengan tema ‘Women Leading with Impact’ yang diselenggarakan pada Rabu, 1 April 2026 di Kantor Pusat Generali Indonesia, Jakarta.
Dalam kegiatan ini, Generali Indonesia menegaskan bahwa perempuan memiliki kedudukan dan kesempatan yang sama untuk terus berkembang dan berkarir di segala bidang di dunia kerja.
Rebecca Tan selaku President Director & CEO Generali Indonesia sekaligus Generali Global DEI Ambassador, mengungkapkan, Generali Group terus mengusung nilai-nilai keberagaman, kesetaraan, dan inklusi yang merupakan fondasi untuk menciptakan nilai jangka panjang.
"Di Generali Indonesia sendiri, kami Juga memiliki lingkungan kerja yang berlandaskan trust dan empowerment, tanpa membedakan latar belakang, keberagaman, termasuk gender. Dengan memastikan perempuan memiliki peran dan kesempatan yang setara, kami membangun organisasi yang lebih adaptif, relevan, dan siap menghadapi masa depan," katanya yang dikutip di Jakarta, Jumat (3/4/2026).
Pemberdayaan perempuan ini, lanjutnya, juga menjadi bagian penting dari komitmen Generali Indonesia sebagai
responsible employer untuk menciptakan organisasi yang tangguh, inovatif, dan berkelanjutan.
Baca Juga: Jangkau 22,9 Juta Nasabah, Pemberdayaan Perempuan oleh PNM Sukses Picu Dampak Berantai
Terkait dengan kepemimpinan perempuan dalam organisasi, studi juga menunjukkan bahwa organisasi
dengan tingkat keberagaman gender dan keterlibatan perempuan yang lebih kuat di level kepemimpinan cenderung mencatatkan kinerja yang lebih baik, termasuk pertumbuhan profitabilitas hingga 25%, peningkatan inovasi, serta terciptanya budaya kerja yang lebih inklusif.
Generali Indonesia memiliki komposisi yang seimbang antara karyawan laki-laki dan perempuan, dimana 51% karyawan merupakan perempuan. Dari total keseluruhan karyawan, 43% karyawan yang berada pada level manajerial adalah perempuan, dan 50% posisi strategis di perusahaan juga dijabat oleh perempuan.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Fajar Sulaiman
Tag Terkait:
Advertisement