Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Diskon Lebaran 2026 Picu Lonjakan Transaksi Ritel

Diskon Lebaran 2026 Picu Lonjakan Transaksi Ritel Kredit Foto: WE
Warta Ekonomi, Jakarta -

Kementerian Perdagangan sebut program diskon dan promosi belanja selama Ramadan dan Idulfitri 2026 catatkan lonjakan transaksi signifikan seiring dengan strategi kolaborasi pemerintah dengan pelaku ritel dan transportasi untuk mendorong konsumsi masyarakat.

Menteri Perdagangan Budi Santoso menyebut capaian tersebut menjadi indikator kuatnya daya beli di tengah momentum Lebaran. Tercatat, program Friday Mubarak hingga 29 Maret 2026 membukukan transaksi sebesar Rp126,02 triliun yang diproyeksikan meningkat menjadi Rp129,11 triliun hingga akhir Maret atau 8,5% di atas target.

Sementara, program Belanja di Indonesia Aja (BINA) Lebaran 2026 yang berlangsung pada 6–30 Maret melalui sinergi dengan berbagai asosiasi ritel seperti APRINDO, HIPPINDO, dan APPBI mencatatkan total transaksi sebesar Rp54,9 triliun, atau melampaui target sebesar 2,8%.

“Kami akan tetap melaksanakan program belanja setelah ini, misalnya rencana BINA Holiday pada Juni—Juli 2026, BINA HBD Indonesia pada Agustus 2026, dan BINA Indonesia Great Sale pada Desember 2026. Berbagai program belanja bersama para pemangku kepentingan dilakukan untuk meningkatkan daya beli masyarakat,” katanya dalam keterangan tertulis, Minggu (5/4/2026).

Baca Juga: Pemprov DKI Gelar Lebaran Betawi di Lapangan Benteng, Dorong UMKM dan Perkuat Ekonomi Warga

Selain mendorong transaksi ritel, pemerintah juga memperluas akses pasar bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui kolaborasi dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI) dan KAI Services yang menghadirkan penjualan produk UMKM di gerbong etalase kuliner dan Loko Cafe di sejumlah stasiun.

Adapun strategi tersebut menyasar potensi pasar dari penumpang kereta api jarak jauh yang mencapai sekitar 51 juta orang per tahun, terutama selama periode mudik Lebaran.

“Kemendag mengkurasi produk pangan lokal UMKM untuk dapat dijual di gerbong etalase kuliner dan Loko Cafe di stasiun-stasiun kereta. Saat ini, enam produk UMKM yang telah terkurasi dalam program ini telah mencatatkan transaksi Rp122,8 juta dalam waktu kurang lebih satu bulan sepanjang bulan Ramadan,” ujar Budi.

Selain itu, aktivitas perdagangan digital juga menunjukkan tren positif. Tercatat laporan E-Commerce Database (ECDB) nilai penjualan niaga elektronik Indonesia pada Februari 2026 mencapai USD5,76 miliar atau setara Rp96,7 triliun, didorong oleh tingginya permintaan produk seperti busana muslim, makanan, hampers, dan kebutuhan rumah tangga.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Azka Elfriza
Editor: Istihanah

Advertisement