Kredit Foto: Antara/M Risyal Hidayat
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melorot 18,39 poin atau -0,26% ke level 6.971,02 pada perdagangan Selasa, 7 April 2026. Sepanjang hari, IHSG bergerak fluktuatif dari rentang level 6.942,62 ke 7.022,04.
Dari dalam negeri, pergerakan IHSG hari ini dipengaruhi keputusan FTSE Russell yang tetap mempertahankan status Indonesia sebagai secondary emerging market. Keputusan ini memberi sedikit ketenangan pasar setelah sebelumnya muncul kekhawatiran potensi penurunan status.
Namun dari eksternal, tekanan masih kuat akibat eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran yang telah memasuki pekan keenam. Upaya diplomasi yang berlangsung intens belum menghasilkan kesepakatan damai.
Kepala Misi Diplomatik Iran di Kairo, Mojtaba Ferdousi Pour, menegaskan bahwa proposal gencatan senjata belum cukup untuk mengakhiri konflik.
Ia menegaskan bahwa pihaknya hanya akan menerima penghentian perang secara permanen dengan jaminan tidak akan diserang kembali oleh Israel dan Amerika Serikat.
Iran juga mengajukan sejumlah syarat utama yang dituangkan dalam sekitar sepuluh klausul, di antaranya adalah penghentian konflik dalam seluruh kawasan, pencabutan sanksi ekonomi, program rekonstruksi pascakonflik hingga protokol keamanan untuk pelayaran di Selat Hormuz.
Pergerakan saham pada akhir perdagangan didominasi tren negatif. Terdapat 407 saham melemah, 250 saham menguat dan 158 saham stagnan.
Delapan sektor di zona merah, industrial terjun bebas -2,63%, transportasi -1,35%, barang konsumen primer -0,99%, teknologi -0,96%, properti -0,82%, barang konsumen non primer -0,70%, kesehatan -0,34%, bahan baku -0,08%.
Di zona hijau, sektor infrastruktur memimpin dengan kenaikan 0,76%. Disusul keuangan 0,64% dan sektor energi menanjak 0,20%.
Hingga akhir sesi, IHSG memperjualbelikan 27,08 miliar lembar saham dengan frekuensi 1,76 juta kali. Nilai transaksi yang dibukukan Rp13,4 triliun dengan kapitalisasi pasar Rp12.249 triliun.
Baca Juga: BEI Rampungkan 4 Reformasi Pasar Modal untuk Penuhi Standar MSCI Hingga FTSE
Baca Juga: OJK Bongkar Cara Hitung Saham Terkonsentrasi, 9 Emiten Masuk Daftar
PT Chemstar Indonesia Tbk (CHEM) menjadi saham paling nestapa dengan koreksi -15% ke Rp102. Diikuti PT Resource Alam Indonesia Tbk (KKGI) yang jatuh -11,05% ke Rp306 dan PT Nusantara Sawit Sejahtera Tbk (NSSS) yang merosot -10,20% ke Rp660.
Sementara saham yang tetap sumringah di tengah penurunan indeks adalah PT Putra Mandiri Jembar Tbk (PMJS) yang melejit 34,82% ke Rp151, PT Ace Oldfields Tbk (KUAS) loncat 29,41% ke Rp110 dan PT Sinergi Inti Plastindo Tbk (ESIP) terbang 26,19% ke Rp106.
Saham terlaris hari ini adalah PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) dengan nilai transaksi Rp893,29 miliar, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) sebesar Rp862,82 miliar dan PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) senilai Rp755,58 miliar.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri
Tag Terkait:
Advertisement