Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

8 Tahun Menanti, Efisiensi Energi dan Inovasi Limbah Kembali Bawa PPLI Raih PROPER Hijau

8 Tahun Menanti, Efisiensi Energi dan Inovasi Limbah Kembali Bawa PPLI Raih PROPER Hijau Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Prasadha Pamunah Limbah Industri (PPLI) meraih penghargaan PROPER Hijau dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) untuk periode 2025. Capaian ini menjadi tonggak penting bagi perusahaan pengolah limbah B3 tersebut setelah delapan tahun menanti untuk kembali meraih predikat yang sama.

Penghargaan Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup (PROPER) dengan predikat Hijau menunjukkan bahwa perusahaan telah menjalankan pengelolaan lingkungan yang melampaui standar kepatuhan regulasi atau beyond compliance.

Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, mengatakan perusahaan yang meraih PROPER Hijau maupun PROPER Emas umumnya mendapatkan dampak positif terhadap kinerja bisnis, termasuk nilai saham perusahaan.

“Di sisi bisnis, ini juga berdampak lebih positif pada perusahaan-perusahaan yang mendapat PROPER Hijau atau PROPER Emas, karena nilai sahamnya bisa meningkat,” kata Hanif dalam acara Anugerah Lingkungan PROPER di Jakarta, Selasa (7/4/2026).

Hanif menegaskan, PROPER kini telah berkembang melampaui fungsi awalnya sebagai instrumen kepatuhan administratif. Menurut dia, program ini berperan sebagai pendorong transformasi perusahaan untuk mengintegrasikan inovasi, efisiensi sumber daya, serta kontribusi nyata bagi masyarakat.

“PROPER bukan lagi sekadar alat evaluasi administratif. PROPER adalah motor transformasi yang mendorong perusahaan tidak hanya taat, tetapi juga melampaui ketaatan melalui inovasi, efisiensi sumber daya, dan kontribusi nyata kepada masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Teknikal & SHEQ PPLI, Elpido, mengungkapkan rasa syukur atas penghargaan yang dinilai sangat berarti bagi perusahaan. Ia menyebut, terakhir kali PPLI meraih PROPER Hijau adalah delapan tahun lalu sebelum sempat berada di peringkat Biru.

Alhamdulillah, untuk periode 2025 ini kami kembali mendapatkan PROPER Hijau. Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh karyawan karena pencapaian ini merupakan hasil kerja keras semua pihak,” ujar Elpido.

Menurut dia, keberhasilan PPLI kembali meraih predikat Hijau tidak terlepas dari konsistensi perusahaan dalam menjalankan efisiensi energi dan pengelolaan limbah secara inovatif.

Salah satu program unggulan yang dinilai dalam penilaian tahun ini adalah pemanfaatan kembali limbah cair yang telah diolah untuk digunakan dalam proses internal perusahaan sebagai air proses.

“Intinya, kami berupaya agar limbah yang sudah diolah tidak hanya ditimbun atau dibuang, tetapi bisa dimanfaatkan kembali. Efisiensi energi juga menjadi aspek penting yang terus kami jalankan,” katanya.

Langkah tersebut sejalan dengan kriteria penilaian KLH yang menitikberatkan pada pengurangan limbah, efisiensi sumber daya, serta peningkatan pemanfaatan limbah di lingkungan industri.

Terkait peluang meraih PROPER Emas pada tahun mendatang, Elpido menegaskan fokus utama perusahaan saat ini adalah menjaga konsistensi kinerja lingkungan. Menurutnya, mempertahankan predikat Hijau sering kali lebih menantang dibandingkan meraihnya.

“Target minimal kami tahun depan adalah mempertahankan PROPER Hijau ini. Namun tentu kami akan terus berupaya untuk bisa meningkat menuju PROPER Emas,” ujarnya.

Baca Juga: Kemenkop Perkuat Ekosistem Perikanan Lewat Industri Pendukung

Ke depan, PPLI berkomitmen meningkatkan inovasi dalam bidang energi, pengolahan limbah, serta tanggung jawab sosial kepada masyarakat. Perusahaan juga berupaya memaksimalkan pemanfaatan limbah hasil olahan agar memberikan nilai tambah, baik bagi internal perusahaan maupun bagi pihak lain yang memanfaatkan layanan pengelolaan limbah.

“Ke depan, limbah yang kami kelola harus dimanfaatkan semaksimal mungkin. Itu menjadi tantangan sekaligus tanggung jawab bagi kami sebagai pengelola limbah,” kata Elpido.

PROPER sendiri merupakan instrumen evaluasi yang dikembangkan oleh KLH untuk mendorong kepatuhan industri terhadap regulasi lingkungan serta meningkatkan kinerja lingkungan perusahaan melalui penerapan prinsip keberlanjutan dalam proses produksi dan layanan.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Amry Nur Hidayat