Wudu Sesuai Sunah dapat Jaga Lingkungan, PPLI dan LAZNAS Al-Azhar Ajak Hemat Air di Bulan Ramadan
Kredit Foto: Istimewa
Aktivitas di bulan Ramadan dapat membuat pemanfaatan air dalam keperluan rumah tangga menjadi meningkat. Hal ini bisa disebabkan aktivitas domestik yang meningkat atau pun karena faktor lain.
Melihat fenomena tersebut, PT Prasadha Pamunah Limbah Industri (PPLI) mencatat beberapa hal penting. Supervisor Environmental Database and Program PPLI, Irfan Maulana, memaparkan data yang unik.
“Rata-rata penggunaan air tiap wudu per orang mencapai 2,9 hingga 5 liter. Padahal secara Sunah, wudu hanya membutuhkan 0,5 hingga 0,7 liter air, atau setara dengan satu botol air minum kemasan,” ucapnya.
Senada dengan itu, Direktur LAZNAS Al-Azhar, Iwan Rahman, menambahkan bahwa persoalan boros air di Indonesia sangat dipengaruhi oleh faktor kultur dan ketersediaan sumber daya yang melimpah.
Ia membandingkan perilaku jemaah saat Umrah dan ketika kembali di Tanah Air. Jemaah umumnya dapat sangat berhemat air ketika sedang Umrah, tetapi akan kembali boros ketika kembali ke rumah.
Padahal, agar sesuai sunah, wudu memang dianjurkan tidak israf atau berlebihan dalam menggunakan air. Ukuran yang dianjurkan adalah satu mud atau setara dengan 600 ml hingga 687 ml air.
“Sebagai negara yang air tanahnya melimpah, kita tidak pernah merasakan panasnya gurun. Sehingga mengkonsumsi air dalam jumlah besar seolah hal biasa. Desain keran di masjid-masjid kita juga mayoritas mengeluarkan debit air yang terlalu besar," sambungnya.
Karena itu ia mendorong implementasi konsep Reduce, Reuse, Recycle (3R) berbasis masjid atau klaster pemukiman. Iwan pun mencontohkan program pemberdayaan di Muara Enim, Sumatera Selatan yang digagas LAZNAS Al-Azhar.
“Di sana kita menerapkan 3R. Ketika turbin berfungsi, arus listrik yang dihasilkan itu untuk menerangi masjid dan 200 rumah. Setelah itu airnya tidak dibuang, tapi dimanfaatkan untuk perkebunan, sawah dan sebagainya,” jelas dia.
Baca Juga: Aktivitas Ekonomi Meningkat 30-40% Selama Ramadan, Danamon Hadirkan Solusi Finansial Terpadu
Prinsip penghematan air, sambung Irfan, adalah yang selalu dikedepankan PPLI. “Di industri, kami terus mengampanyekan efisiensi ini,” ujarnya.
Sejak tahun 2025, PPLI yang tergabung dalam jaringan Perhimpunan Filantropi Indonesia (PFI), telah mengelola kurang lebih 225 ribu meter kubik limbah yang berasal dari customer-nya.
Pengolahan limbah yang mereka lakukan menggunakan tiga metode, yakni secara kimiawi-fisika atau physical chemical treatment, evaporator sebagai proses pemekatan air untuk mengurangi total dissolved solids, dan biologis dengan memanfaatkan bakteri aktif untuk mengurangi kadar pencemar.
“Nah air hasil pengelolaan limbah itu, sebagian digunakan lagi untuk proses di PPLI. Misalnya untuk cuci kendaraan pengangkut atau pencucian kemasan. Kurang lebih selama tiga tahun ke belakang saja PPLI sudah bisa memanfaatkan sekitar 99 ribu meter kubik air yang seharusnya dibuang,” sebut Irfan.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Amry Nur Hidayat
Tag Terkait: