Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

ALTO Luncurkan Askara Connect dan Askara Collab Demi Perkuat Dominasi Pasar Digital

ALTO Luncurkan Askara Connect dan Askara Collab Demi Perkuat Dominasi Pasar Digital Kredit Foto: Azka Elfriza
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT ALTO Network meluncurkan dua layanan digital baru, Askara Connect dan Askara Collab, untuk meningkatkan efisiensi operasional serta mempercepat penyelesaian masalah transaksi bagi mitra.

CEO PT ALTO Network, Gretel Griselda, mengatakan inovasi ini dirancang untuk merespons kompleksitas sistem pembayaran digital sekaligus meningkatkan pengalaman pengguna akhir.

Askara Connect merupakan dashboard terintegrasi yang memungkinkan mitra memantau status transaksi dan tingkat keberhasilan (success rate) secara cepat dan akurat, sekaligus mengidentifikasi akar masalah (root cause) dari gangguan transaksi.

“Di situ bisa melihat status transaksi dan juga success rate yang lebih cepat dan juga seluruh member kami bisa mengetahui apabila ada masalah atau bisa mengetahui root cause dengan lebih cepat,” ujarnya dalam konferensi pers Bisnis Update & Peresmian ASKARA Connect & ASKARA Collab, Kamis (9/4/2026).

Sementara itu, Askara Collab berfungsi sebagai platform komunikasi terintegrasi antaranggota yang memungkinkan penyampaian notifikasi dan peringatan (alert) secara real-time. Sistem ini terhubung langsung dengan ticketing systeminternal untuk mempercepat respons atas kendala operasional.

“Jadi baik itu berupa suspect rate, bisa berupa alert-alert yang dibutuhkan oleh customer, ticketing-nya itu langsung ter-connect dengan sistem ticketing kami,” jelasnya.

Kedua layanan tersebut diluncurkan sebagai solusi berbasis business-to-business (B2B) yang diberikan otomatis kepada seluruh anggota tanpa biaya tambahan. Askara Collab telah mulai digunakan sejak Maret 2026, sedangkan Askara Connect dijadwalkan diimplementasikan penuh pada pekan depan.

Gretel menjelaskan pengembangan sistem ini dilatarbelakangi oleh fragmentasi sistem transaksi antara fungsi teknis, operasional, dan bisnis yang selama ini memperlambat identifikasi gangguan.

Dashboard untuk teknis, orang teknis dengan orang operation itu berbeda. Itulah sesuatu yang kami coba dipermudah dengan cara menggabungkan beberapa dashboard yang selama ini terpisah-pisah,” ujarnya.

Melalui integrasi tersebut, ALTO menargetkan percepatan investigasi dan penyelesaian transaksi bermasalah, termasuk transaksi tertunda yang berpotensi menghambat aliran dana antara bank, merchant, dan konsumen.

Baca Juga: Hore! Wisatawan RI Bisa Jajan dan Belanja Langsung Pakai QRIS di Korea Selatan

Baca Juga: Transaksi QRIS Melonjak Tajam 133,20 Persen, Bank Indonesia Perluas Jangkauan ke Korea Selatan

Baca Juga: Hore! Turis Jepang Kini Bisa Bayar Pakai QRIS di Indonesia

“Harapannya dalam menginvestigasi sebuah permasalahan bisa lebih cepat resolusinya. Sehingga resolusi waktu yang lebih cepat,” tuturnya.

Sebagai konteks, ALTO mencatat jumlah transaksi meningkat 89% secara tahunan pada periode Maret 2025–Maret 2026. Namun, nilai rata-rata transaksi (ticket size) turun 16%, mencerminkan masyarakat tetap bertransaksi tetapi menahan belanja dalam nominal besar.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Azka Elfriza
Editor: Annisa Nurfitri

Tag Terkait:

Advertisement