Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Kemenperin Kawal Pertumbuhan Otomotif Agar Berdaya Saing dan Bernilai Tambah

Kemenperin Kawal Pertumbuhan Otomotif Agar Berdaya Saing dan Bernilai Tambah Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menegaskan komitmennya untuk mendorong pertumbuhan industri otomotif nasional agar semakin berdaya saing dan mampu memberikan nilai tambah bagi perekonomian.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui penguatan struktur industri otomotif nasional sebagai bagian dari strategi percepatan transformasi menuju ekosistem kendaraan listrik yang kompetitif di tingkat global, khususnya pada industri kendaraan bermotor roda dua dan roda tiga.

Industri kendaraan bermotor roda dua dan tiga di Indonesia menunjukkan kinerja yang positif dengan jumlah pabrikan yang terus bertambah serta kapasitas produksi yang besar, baik untuk kendaraan konvensional maupun listrik. Penjualan domestik yang stabil, pertumbuhan ekspor, serta meningkatnya adopsi kendaraan listrik menjadi indikator kuat bahwa sektor ini memiliki prospek cerah ke depan. 

Bahkan, populasi kendaraan listrik roda dua mengalami lonjakan signifikan dalam beberapa tahun terakhir, mencerminkan meningkatnya minat masyarakat terhadap transportasi yang efisien dan ramah lingkungan.

“Pemerintah akan terus mengawal pertumbuhan industri otomotif nasional agar berkembang sesuai dengan arah kebijakan, khususnya dalam peningkatan TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri) dan penerapan Standar Nasional Indonesia (SNI). Langkah ini penting untuk memastikan industri dalam negeri semakin kompetitif, berdaya saing global, serta mampu memberikan nilai tambah yang optimal bagi perekonomian nasional,” ungkap Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Setia Diarta dalam keterangannya di Cikarang pekan lalu, dikutip dari siaran pers Kemenperin, Senin (13/4).

Hal tersebut sejalan dengan pelaksanaan kunjungan kerja spesifik Komisi VII DPR RI ke QJMotor Manufacture Indonesia di Cikarang, yang menjadi momentum strategis dalam memperkuat sinergi antara pemerintah, legislatif, dan pelaku industri. Kunjungan ini tidak hanya meninjau kesiapan investasi dan kapasitas produksi, tetapi juga membahas arah pengembangan industri otomotif nasional, termasuk penguatan struktur industri dalam negeri, peningkatan investasi, serta implementasi TKDN dan SNI secara berkelanjutan.

Ketua Komisi VII DPR RI, Bapak Saleh Partaonan Daulay, dalam kunjungannya menekankan pentingnya penerapan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sebagai fondasi utama dalam membangun industri otomotif nasional yang mandiri dan berkelanjutan.

“Kami menekankan pentingnya setiap investasi di sektor manufaktur tidak hanya berorientasi pada pasar, tetapi juga mampu meningkatkan nilai tambah dalam negeri melalui implementasi TKDN yang terukur dan bertahap,” ujar Saleh.

Baca Juga: Senator Republik Usul Ada UU yang Mengatur Pelarangan Mobil dari China Dijual ke Pasar Otomotif AS

Baca Juga: Rp24,66 Triliun Mengalir ke India, Industri Otomotif Dalam Negeri Bisa Tertekan

Dalam kesempatan tersebut, QJMotor Manufacture Indonesia menyampaikan komitmennya untuk menjadikan Indonesia sebagai basis produksi sepeda motor di kawasan Asia Tenggara melalui penguatan kapasitas manufaktur, pengembangan rantai pasok lokal, serta peningkatan kualitas produk sesuai standar global. Dengan dukungan kebijakan pemerintah dan kolaborasi lintas sektor, langkah ini diharapkan dapat mempercepat transformasi industri otomotif nasional menuju industri yang mandiri, modern, dan berkelanjutan.

“Pemerintah akan terus mengawal pertumbuhan industri agar berkembang secara berkelanjutan melalui penguatan struktur industri, peningkatan investasi, serta kolaborasi antara pemerintah, DPR RI, dan pelaku usaha,” tutup Setia.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya