Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

BI Prediksi Penjualan Eceran Naik hingga 6 Bulan ke Depan

BI Prediksi Penjualan Eceran Naik hingga 6 Bulan ke Depan Kredit Foto: Antara/Henry Purba

Secara bulanan, penjualan eceran pada Februari 2026 juga menunjukkan perbaikan dengan pertumbuhan sebesar 4,1% (month to month/mtm), meningkat dibandingkan bulan sebelumnya yang mengalami kontraksi sebesar 2,7% (mtm). Kinerja tersebut mencerminkan mulai pulihnya permintaan masyarakat menjelang periode Ramadan.

Memasuki Maret 2026, BI memperkirakan tren pertumbuhan tersebut berlanjut. IPR diprakirakan tumbuh sebesar 2,4% (yoy) dan meningkat secara bulanan sebesar 9,3% (mtm), didorong oleh peningkatan permintaan selama Ramadan dan Idulfitri 1447 Hijriah. Kinerja ini terutama ditopang oleh kelompok peralatan informasi dan komunikasi, bahan bakar kendaraan bermotor, serta subkelompok sandang yang mengalami peningkatan signifikan selama periode tersebut. 

Dari sisi spasial, pertumbuhan penjualan eceran juga menunjukkan variasi di sejumlah kota besar. Beberapa wilayah seperti Surabaya, Semarang, dan Banjarmasin mencatatkan pertumbuhan tahunan yang relatif tinggi, sementara sejumlah kota lain mengalami perlambatan atau kontraksi. Namun secara keseluruhan, tren nasional tetap menunjukkan pertumbuhan positif. 

Di sisi lain, BI mencermati adanya tekanan harga dalam jangka pendek. Indeks Ekspektasi Harga Umum (IEH) untuk Mei 2026 tercatat sebesar 157,4, meningkat dibandingkan April 2026 sebesar 153,9. Kenaikan ini dipengaruhi oleh meningkatnya harga bahan baku serta potensi kenaikan permintaan selama periode HBKN.

Baca Juga: Rupiah Jebol Rp17.100, BI Turun Gunung Jaga Stabilitas

Baca Juga: Aturan Baru BI Berlaku, BCA Ubah Threshold Transaksi Valas Mulai April 2026

Meski demikian, tekanan harga dalam jangka menengah diprakirakan relatif stabil. IEH untuk Agustus 2026 tercatat sebesar 157,2, tidak jauh berbeda dibandingkan bulan sebelumnya, yang mencerminkan ekspektasi inflasi yang tetap terjaga. 

BI menilai stabilitas harga dalam jangka menengah tersebut menjadi faktor penting dalam menjaga daya beli masyarakat, yang pada akhirnya berkontribusi terhadap keberlanjutan pertumbuhan sektor ritel.

Halaman:

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Annisa Nurfitri